Rabu, 01 Februari 2017

Tak Mampu Melihat







Membaca salah satu kalimat yang ada di beranda sebuah akun media sosial milik seorang sahabat, kembali diri ini merasa ditampar. Sebuah kalimat yang betul-betul membuat saya sejenak merenung dan mengevaluasi diri. Kalimat tersebut seperti ini :



“Kadang kamu tak mampu melihat apa yang telah Tuhan berikan kepadamu, karena kamu terlalu sibuk melihat apa yang Tuhan berikan pada orang lain.”


Kecenderungan untuk lebih melihat apa yang dimiliki orang lain tanpa melihat apa yang telah dikaruniakan pada diri hampir dimiliki semua orang. Mungkin juga Anda. Dan yang pasti diri saya.


Ketika mendapati orang lain mempunyai rumah dan mobil mewah keluaran terbaru, atau sedang menduduki jabatan tinggi di tempat bekerja, juga kala mendapati seorang teman yang selalu gonta-ganti gadget terkini, kecenderungan untuk merasa kekurangan bahkan tidak mensyukuri apa yang telah diberikan bisa terjadi. Rasa iripun menjalari diri. Bila dibiarkan terus berkembang tentu akan timbul penyakit hati yang membahayakan.


Padahal kita tidak tahu, dibalik segala kemewahan yang dimiliki orang lain, Alloh tengah memberikan ujian dan cobaan. Misalnya salah satu anggota keluarganya ada yang sedang sakit. Atau kurangnya komunikasi dan kebersamaan karena kesibukan bekerja membuat nyaris tidak ada waktu untuk keluarga.


Bisa jadi orang lain juga merasa iri melihat keluarga kita. Meski tinggal di rumah sederhana, namun setiap sore bisa menikmati indahnya petang meski hanya bercengkerama bersama keluarga. Sebuah kenikmatan yang belum tentu orang lain rasakan.


Setiap diri telah dikaruniai kelebihan dan kekurangan masing-masing oleh Tuhan. Termasuk dalam hal kenikmatan rejeki. Besar ataupun kecil, banyak ataupun sedikit, dalam bentuk apapun, semua adalah hak prerogatif Sang Maha Pemberi.


Kenikmatan rejeki dan kenikmatan lain tidak hanya dalam bentuk materi namun juga immateri. Nikmat sehat, panjang umur, banyak kesempatan untuk berbagi pada sesama juga termasuk sebuah karunia yang patut kita syukuri. Tugas kita hanya menjalankan ibadah sesuai perintahNya, tidak melanggar aturanNya, dan tetap mensyukuri nikmatNya.


Semoga kita termasuk insan yang pandai bersyukur. Bukankah Alloh sudah berjanji, bila kita selalu mensyukuri segala nikmatNya, maka akan bertambah pula nikmat yang diberikan pada kita?


Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim [14]: 7)


Semoga yang sedikit ini memberi manfaat.



≠SelfReminder
≠Inspirasi
≠SyukurNikmat



6 komentar:

  1. Tulisannya jleb banget. Iya, kita kadang seringnya lihat rezeki orang lain. Padahal rezeki yang Allah beri untuk kita juga gak kalah banyak. Makasih sudah diingatkan. Btw, izin follow blognya ya. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Postingan ini sekaligus self reminder buatku, Mbak Nia.

      Terimakasih banyak sudah bersedia follow blog aku :)

      Hapus
  2. Intinya, mari bersyukur untuk apapun yang sudah Allah berikan pada kita, ya, Bunda 😉

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, Mbak Fitri. In syaa Alloh dengan banyak bersyukur, Alloh akan menambah nikmat pada kita. Aamiin :)

      Hapus
  3. Intinya, mari bersyukur untuk apapun yang sudah Allah berikan pada kita, ya, Bunda 😉

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, Mbak Fitri. In syaa Alloh dengan banyak bersyukur, Alloh akan menambah nikmat pada kita. Aamiin :)

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar. Pastikan Anda mencantumkan nama dan url blog, agar saya bisa berkunjung balik ke blog Anda. Semoga silaturahmi kita terjalin indah ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...