Kamis, 02 Februari 2017

Misteri Makam Mbah Ngliman






Di sebuah desa tepatnya di Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk terdapat sebuah makam kuno yang konon disebut makam ‘Mbah Ngliman’. Makam ini bercorak Sywa-Budha sehingga diperkirakan makam tersebut berasal pada jaman Majapahit. Adanya sebuah pohon bodhi yang ditanam di lokasi makam mengisyaratkan bahwa orang yang dimakamkan bukanlah orang sembarangan, namun pasti mempunyai pengaruh besar pada jamannya.



Dalam wewaler (pesan spiritual) yang dijaga kerahasiaannya selama 650 tahun terungkap bahwa makam tersebut merupakan makam dari Patih Agung Majapahit, yaitu Patih Gajah Mada. Selama ini masyarakat awam percaya bahwa Gajah Mada moksa (menghilang) di air terjun Madakaripura-Probolinggo. Namun kebenaran cerita inipun masih diragukan karena tidak ada bukti arkeologisnya.


Tampak serangkaian anak tangga yang merupakan jalan masuk menuju makam Ki Ageng Ngliman. Konon setiap orang yang melewati tangga tersebut tidak pernah dapat menghitung ulang dengan persis dan benar jumlah anak tangga yang ada.


Gaya gapura yang terlihat, jelas menunjukkan bahwa ada relief patung budha dan arca dwarapala yang menunjukkan bahwa tokoh yang dimakamkan adalah tokoh besar dari jaman Kerajaan Majapahit (sebelum masa Kerajaan Demak Bintoro).


Namun proses pembuktian sejarah untuk mendukung kebenaran akan keberadaan makam ini juga masih menimbulkan pro dan kontra. Meskipun beberapa budayawan dari daerah Nganjuk telah melakukan langkah-langkah untuk mengungkap misteri makam tersebut.


Berdasarkan ilmu ‘gothak gathuk mathuk’, kata ‘Ngliman’ berasal dari kata ‘Liman” yang artinya Gajah. Sedangkan Patih Gajah Mada dikenal sebagai duda yang tidak kawin lagi. Hal ini pula yang mendasari penamaan Air Terjun yang ada di daerah Ngliman, Sawahan, Nganjuk menjadi Air Terjun Sedudo. Salah satu air terjun yang cukup terkenal di Kabupaten Nganjuk.


Hingga kini, muksonya Patih Gajah Mada masih menjadi misteri. Andaikan benar beliau yang merupakan tokoh besar dari jaman Kerajaan Majapahit, kemudian mengasingkan diri dalam pertapaan di tempat sederhana dan dimakamkan di daerah terpencil di lereng Pegunungan Wilis, tepatnya di Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, betapa kami sebagai warga Nganjuk akan sangat bangga menjadi bagian penting dari sejarah bumi nusantara.



#OneDayOnePost
#TantanganUrbanLegend


8 komentar:

  1. pagi mbak, emm pasti hawa mistis nya kuat disana

    BalasHapus
  2. Selalu konsisten menulis yang pertama: it's so amazing!

    Lanjutkan...

    Wah, coba ditelusuri sendiri mbak, sebenarnya itu makan siapa?
    Xixixixi

    Kupikir akan ada kisah hantunya
    :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hanya berusaha menulis setiap hari, Mas Fery. Namun terkadang juga terlewat kok.

      Kisah berhantu? Aku ngeri duluan nih hehe

      Hapus
  3. Tempat favorit saya itu Mbk Nova ..
    Keren

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ehem ... Mas Heru patut diacungi jempol. Suka 'ziaroh' ke makam-makam dan petilasan untuk turut melestarikan peninggalan nenek moyang. Salut :)

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar. Pastikan Anda mencantumkan nama dan url blog, agar saya bisa berkunjung balik ke blog Anda. Semoga silaturahmi kita terjalin indah ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...