Minggu, 19 Februari 2017

Kenapa Harus Menulis





 




Ketika menyempatkan untuk membaca update status di akun media sosial, saya mendapati sebuah postingan yang sangat menarik dari salah seorang teman. Dia menulis tentang awal dia menyukai dunia literasi, perjalanannya menulis hingga alasan bertahan untuk terus menulis hingga saat ini. Bukan postingan yang panjang lebar, namun sangat menginspirasi buat saya.
.


Dalam postingan tersebut teman saya menceritakan bahwa dia menggemari aktivitas menulis sejak duduk di bangku SMP. Sering dibagikannya tulisan-tulisan dalam bentuk cerpen kepada teman-temannya. Beragam reaksi ditunjukkan, ada yang suka, tertawa cekikian namun ada juga yang mencibir sinis. Namun tak menjadikannya patah semangat untuk tetap menulis.
.

Ada yang menggelitik hati ketika dia menanyakan pada dirinya sendiri alasan untuk tetap menulis. Apakah sekadar obsesi atau refreshing? Dikatakannya bahwa bila hanya mengandalkan dua hal tersebut, maka dia tidak akan mengalami percepatan dalam menulis. Tulisan akan begitu-begitu saja. Dan ini sudah dibuktikannya. Diapun bercerita bahwa andai menulis tanpa arah tujuan,  maka tulisan ibarat kapal terombang ambing di lautan, takkan sampai ke target yang diinginkan. Akhirnya melambat, lalu ditimpa badai sedikit, bakal karam.
.

Dia juga menyampaikan bahwa menulis adalah satu aktivitas yang baik buruknya tergantung pilihan kita. Terbesit tanya untuk diri, apa sebenarnya tujuan menulis. Apakah untuk mendatangkan keuntungan berupa berkah dan ridho-Nya, ataukah menulis yang memicu kerusakan di muka bumi dan menimbulkan kemurkaan-Nya? Atau apakah ingin menulis sekedar penyaluran hobi belaka yang tidak bermanfaat bagi kebaikan di masa depan?
.

Pertanyaan-petanyaan yang membuat saya mengevaluasi diri. Apakah dalam benak saya juga terbersit ha-hal tersebut? Kenapa saya menulis? Apa tujuan saya menulis selama ini? Apakah sama dengan yang disampaikan teman saya tersebut?
.

Sayapun merenungi diri. Selama ini saya menulis memang untuk diri sendiri. Meski ada yang mencibir, saya tak peduli. Tulisan merupakan bagian dari ekspresi diri sekaligus menuangkan hasil olah pikir dan rasa. Selain itu beberapa tulisan memang sebagai pengingat diri yang penuh dosa ini. Tanpa memungkiri, berharap bahwa ada tulisan saya yang bermakna bagi orang lain, pun menginspirasi.
.

Meskipun bagi orang lain tulisan-tulisan hanya dipandang sebelah mata, saya berusaha tegar. Saya yakin Allah masih bisa menerima asal tulisan-tulisan itu memang tidak untuk hal-hal yang buruk. Saya hanya berharap aktivitas menulis ini bisa membawa kebaikan bagi banyak orang, semoga bisa mengalirkan pahala bagi saya pribadi dan orang-orang yang membacanya, juga bisa menjadi cahaya yang menyinari hingga ke hari akhir.
.

Semoga yang sedikit ini bisa memberi manfaat.



≠SelfRemider
≠Inspirasi



7 komentar:

  1. ya mbak, sampai sekarang profesi yang berhadapan dengan tulisan, masih dianggap remeh. biarin ajalah mereka memandang remeh, selama itu berkah untuk kita, mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tetap menulis untuk menebar kebaikan dan bermanfaat bagi orang lain. Setuju? 😊

      Hapus
  2. Ya Allah, antika blm kepikiran untuk apa menulis. Selama ini hanya karena ingin menyampaikan apa yang dipikirkan otak hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lha itu udah tau. Menyampaikan apa yang ada di pikiran :)

      Yang penting nulis bukan untuk hal yang tidak baik. Setuju?

      Tetap semangat nulis ya mbak Antika :)

      Eh ini jg sebagai pengingat diriku agar semangat nulis lho :)

      Hapus
  3. tulisan itu dokumentasi sekaligus self reminder :)
    gitu menurutku

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, Mbak Ninda. Jadi, tetap menulis agar diri selalu ingat dan memperbaiki setiap kesalahan :)

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar. Pastikan Anda mencantumkan nama dan url blog, agar saya bisa berkunjung balik ke blog Anda. Semoga silaturahmi kita terjalin indah ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...