Jumat, 17 Februari 2017

Hilangnya Kemanisan





Siang yang cerah telah terganti dengan bertandangnya malam. Panas mentari telah tergantikan dinginnya kelam. Apakah silih bergantinya siang dan malam, juga bergantinya ibadah kita padaNya? Na’udzubillah.
.


Nikmat dan manisnya ibadah padaNya bisa tergantikan bersama nikmatnya maksiat. Ketika diri terlena dengan maksiat, dan dilakukan silih berganti dengan ibadah, pastilah manis ibadah yang akan menjadi korban karena tarikan maksiat yang lebih kuat.
.

Indahnya kalam Ilahi tak kan terasa apabila jiwa senantiasa dipenuhi kata-kata cinta hanya untuk sesama makhlukNya, apalagi belum ada kehalalan diantara keduanya. Malam terasa begitu berat untuk berqiyamul lail  karena terlena akan nikmatnya tidur. Hati yang tercemar sedikit demi sedikit dengan maksiat, maka rasa nikmat akan ibadahpun bisa menghilang. Bahkan, lama-kelamaan, ibadah bisa ditinggalkan.
.

Kemaksiatan akan tetap meninggalkan bekas di hati. Sekalipun telah berhenti melakukannya, namun bekasnya masih terasa sedemikian dahsyat. Kesan dan bekas inilah yang menyebabkan hati meronta untuk kembali melakukannya. Hal inilah yang menghalangi merasakan nikmat untuk kembali beribadah padaNya. Bagaikan paku yang tertancap pada tiang bisa dicabut, namun lubang dan karatnya tetap masih berbekas.
.

Untuk itulah, kembalikanlah rasa nikmat beribadah secepat mungkin, sebelum nikmat bermaksiat menghalangi kita untuk beribadah, bahkan membuat kita berpaling dariNya. Sadarlah bahwa saat kita berpaling, kita akan menjadi hamba yang serugi-ruginya. Allah tak akan pernah rugi. Dapatkah membayangkan, bahwa Dia akan membiarkan kita tersesat dan tak bisa kembali ke jalanNya?
.

Tetaplah jujur dalam menilai diri. Mengakui segala kemaksiatan yang pernah dilakukan itu lebih baik, namun harus tetap mengingatkan hati untuk menjauhinya, meninggalkannya dengan sungguh-sungguh dan berusaha mengembalikan kemanisan dalam beribadah. Berdoalah agar Allah menolong untuk terus taat padaNya.
.

Apabila kumandang takbir tak mampu mengetuk pintu hati, kalam Ilahi tak mampu melembutkannya, hidup tak terasa bersamaNya, pasti ada terselip dosa yang kita perbuat, baik yang terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi.
.

Marilah kita segera meninggalkan maksiat, kita perbaiki ibadah-ibadah kita dan bersabar dalam mengerjakannya. Bertaubat dengan sebenar-benar taubat dan mencari jalamn kembali padaNya.  .
.

Allah berfirman dalam salah satu ayatNya :
“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik” (QS. Al Ankabuut : 69).



#SelfReminder
#Inspirasi



6 komentar:

  1. Tulisan-tulisan mbak Nova selalu mengspinrasi pembacanya. Berasa membaca tulisan Ibu-ibu Ustadzah.

    Teruslah tebar manfaat melalui karya-karya mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hanya berbagi tulisan terutama sebagai pengingat diriku. Saya bukan ustadzah kok :)

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar. Pastikan Anda mencantumkan nama dan url blog, agar saya bisa berkunjung balik ke blog Anda. Semoga silaturahmi kita terjalin indah ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...