Selasa, 21 November 2017

You Are What You Think



Seringkali kita merasa tidak sanggup melakukan sesuatu, padahal diri belum mencoba untuk melakukan. Bahkan keraguan semakin membuat semangat mengalami penurunan, hingga kita tak jadi berbuat.

Jumat, 17 November 2017

Yuk, Semangat Menulis Lagi!



Menyimak diskusi di grup One Day One Post semalam, tentang menumbuhkan semangat menulis, saya teringat pada peristiwa saat awal-awal mulai belajar menulis, bahkan hingga sekarang masih sering merasakan. Rasanya mengajak jemari untuk menggores pena atau membuat catatan di gawai, tidak semudah angan.

Selasa, 14 November 2017

Minggu, 12 November 2017

Arti Sebuah Nama







"Saya punya teman sekolah, dulu sering dipanggil 'se**eng'. Seingat saya, rumahnya dekat rumah mbak, tapi ke arah timur. Entah sampai sekarang, dia sudah pindah atau masih di rumah itu."

Sabtu, 11 November 2017

Kesempatan Kedua




"Andai saja, aku masih punya kesempatan kedua"

Begitu mungkin yang ada di benak kita, saat merasa menyesal telah menyia-nyiakan kesempatan yang pernah diberikan.

Jumat, 10 November 2017

Pentingnya Manajemen Diri





Suatu saat, kita pernah merasa jenuh, bosan dan rasanya ingin sejenak 'menghilang' dari rutinitas. Namun saat ini terjadi, justru bingung akan berbuat apa. Ketidakjelasan ini lantas membuat kita uring-uringan, semua yang ada di depan mata terasa salah. Bahkan tanpa disadari, menyalahkan orang lain. Duh!

Rabu, 08 November 2017

Abaikan Bila Tak Suka





Rasanya memang beda. Bila sesuatu sudah menjadi bagian dari hidup, lantas karena sesuatu hal tidak bisa membersamai, diri hanya bisa memendam rasa rindu. Kangen. Itu pasti.

*ini ngomong apaan ya.

Senin, 06 November 2017

Rezeki Pasti Datang




"Saya percaya kok, Mbak. Kalau memang itu sudah rezeki, pasti pelanggan yang tadi balik lagi." Katanya sambil terus mengipasi sate tahu yang saya pesan.


Tak terlihat sedikitpun rona kecewa tampak dari wajahnya. Kembali dengan cekatan dia membolak-balik sate tahu yang ada di hadapan.

Sabtu, 04 November 2017

Rashana, Tas Handmade Pasti Disuka







Penampilan oke itu bikin kita tambah percaya diri. Betul nggak? Tidak hanya dandanan yang rapi, good looking dan senyum menawan, tapi 'bawaan' juga harus oke dong.

Kamis, 02 November 2017

Blibli Histeria Datang Lagi!








Suka belanja secara online? Apalagi pas belanja malahan dapat promo juga cashback. Jadi mupeng nggak sih. Kalau saya sih, pasti menjawab : saya suka, saya suka, hehe.


Bagi para pecinta online shopping pasti tidak akan berpikir panjang bila saat berselancar di situs kesayangan, lalu mendapati banyak promo, barang-barang yang dicari ready stock, murah-murah pula. Berasa pas di kantong, pas juga di hati.

Rabu, 01 November 2017

Aku Tidak Kuat




"Mbak ... aku sudah tidak kuat"


Begitu bunyi sebuah pesan di gawai saya. Dari seorang teman. Kening saya berkerut. Apa yang terjadi dengannya?

Selasa, 31 Oktober 2017

Akhirnya Sampai Juga




Alhamdulillah … akhirnya sampai juga. Begitulah yang saya rasakan hari ini. Tepat pada tanggal 31 Oktober 2017, saya bisa membuat sebuah postingan untuk mengakhiri Program One Day One Post (ODOP) Bulan Oktober 2017, yang digagas oleh komunitas Blogger Muslimah Indonesia.


Senin, 30 Oktober 2017

Tinggal Selangkah Lagi





Sebuah konsekuensi pasti kita terima ketika mengambil keputusan untuk menentukan sebuah pilihan. Hal itu juga saya alami ketika memutuskan untuk mengikuti tantangan dari komunitas Blogger Muslimah Indonesia, yang menyelenggarakan Program One Day One Post, yaitu membuat satu postingan setiap hari di blog pribadi.

Minggu, 29 Oktober 2017

Perang Kata di Media Sosial



Media sosial bukan lagi hal yang baru bagi masyarakat. Hampir semua orang mempunyai akun media sosial. Banyak manfaat yang bisa diperoleh dengan mempunyai akun ini, misalnya beragam informasi yang diperlukan, jalinan pertemanan semakin luas, bahkan bisa dijadikan sebagai ladang bisnis. Namun tidak jarang ada saja yang menggunakan akun media sosial sebagai tempat untuk ‘membuang sampah’.

Sabtu, 28 Oktober 2017

Sesuatu Tidak Seperti Kelihatannya







Apa yang ada di benak Anda ketika melihat seseorang dengan penampilan fisik sempurna (menurut penglihatan)? Tubuh yang ramping, atau atletis, cantik atau ganteng rupawan, pribadi yang ramah, dan kehidupan yang terlihat sempurna. Gambaran ideal dari seseorang seolah telah melekat padanya.

Jumat, 27 Oktober 2017

Selamat Hari Blogger Nasional Tahun 2017






Yeeaa … Hari ini, Kamis, 27 Oktober para blogger ulang tahun, lho. Keren kan? Iya, dong.

Rasanya ikut bangga bisa merasakan kegembiraan hari ini. Meskipun tidak ada perayaan apapun (dari saya). Meskipun baru sebatas merasa sebagai bagian dari blogger di Indonesia.

Apartemen Dijual Di Depok Harga 345 Juta





Apartemen merupakan pilihan hunian modern yang banyak di minati oleh kebanyakan orang saat ini. Apalagi jika Anda baru saja melakukan pindahan rumah, pastinya memiliki hunian yang nyaman adalah kebutuhan Anda yang harus diprioritaskan sedari sekarang bukan? Nah apartemen dijual di Depok  telah hadir dengan harga yang terjangkau. Selain bangunan dari apartemen ini bagus, kenyamanan dai apartemen ini juga sangat bagus. Apartemen dijual di Depok ini  di banderol hanya dengan harga Rp 345 juta. Sungguh penawaran yang menarik bukan? dengan harga yang murah fasilitas di apartemen di Depok ini juga cukup bagus dan lengkap. Untuk  perawatan bangunannya sendiri juga sangat bagus dan terjamin. Keuntungan yang bisa di dapat dari Apartemen ini adalah dekat dengan restoran, tempat bekerja, sekolah, dan segala fasilitas sesuai dengan aktifitas Anda sehari-hari.

Rumah Dijual Murah Lengkap Dengan Kolam Renang





Dulu memiliki rumah seakan- akan hanya orang kaya saja yang mampu memilikinya apalagi jika rumah itu adalah rumah dengan desain cantik dan juga mewah dengan juga adanya fasilitas kolam renang. Akan tetapi, saat ini pun orang yang memiliki gaji dibawah rata- rata juga dapat memilikinya karena saat ini rumah dijual murah desain minimalis yang cantik dan juga mewah dan walaupun rumah memiliki desain minimalis pun ada yang memiliki fasilitas kolam renang.

Kamis, 26 Oktober 2017

Berbagi Itu Membahagiakan




Satu hari, gawai saya bergetar, menandakan ada inbox dari seseorang. Ketika terlihat nama di layar, sejenak diri ini tertegun. Dari seseorang yang saya anggap sebagai salah satu blogger super duper kece. Perlahan debar terasa, ada apa gerangan ya?

Rabu, 25 Oktober 2017

Kuatkan Tekadmu!




Mempunyai niat saja tidak cukup untuk meraih yang diinginkan. Harus disertai tekad yang kuat, semangat yang tinggi serta konsisten seiring usaha yang telah dijalani.



Dalam setiap usaha, pasti ada saja masalah yang dihadapi. Terkadang diri ingin berhenti saja dan tidak meneruskan langkah.

Selasa, 24 Oktober 2017

Berdamai dengan Diri Sendiri



Setiap manusia mempunyai permasalahan sendiri-sendiri, itu pasti. Hanya cara menyikapi permasalahan yang sedang dihadapi, tiap orang pasti tidak sama. Ada yang suka mengeluh di media sosial, ada yang curhat ke teman, ada yang memendam sendiri permasalahan yang dihadapi, tetapi yang paling parah adalah melakukan hal-hal yang tidak terpuji. Duh … jangan sampai kita melakukannya, ya teman-teman.

Senin, 23 Oktober 2017

Perjalanan Belum Usai





Menulis memang bisa dilakukan oleh siapa saja. Tetapi kadang ingin sejenak rehat dari aktivitas ini. Kejenuhan pasti melanda. Sayapun mengalaminya. Lantas timbul ide untuk 1 hari tidak membuat postingan di blog ini.

Sabtu, 21 Oktober 2017

Berpikir Negatif Melemahkan Hati




Pernahkah merasa bahwa Allah tidak adil pada kita? Sudah berusaha semaksimal mungkin tetapi keadaan belum juga berubah menjadi lebih baik, lantas menyalahkanNya?

Jumat, 20 Oktober 2017

Agar Anak Bebas Mengungkapkan Perasaannya




Pernahkan Anda melihat dan merasa ada sedikit kekakuan atau keraguan pada anak ketika dia ingin mengungkapkan perasaannya? Sikap tubuh yang terlihat ragu-ragu, antara maju atau mundur, lalu tatapan mata yang takut lantas tertunduk diam. Hmmm … pasti Anda merasa, ada sesuatu yang disembunyikan bukan? Langkah apa yang selanjutnya Anda lakukan? Membiarkan anak tidak jadi mengungkapkan perasaannya, atau memberinya semangat agar mau beajar mengungkap rasa?

Kamis, 19 Oktober 2017

Saring Sebelum Sharing





Postingan ini dilatarbelakangi saat saya membaca postingan berisi kekecewaan dari salah satu teman di beranda akun facebooknya. Tentang perbuatan orang lain yang dengan seenaknya menyalin dan menempelkan kalimat-kalimat inspiratif yang telah dibuatnya. Apalagi seseorang tersebut tidak mencantumkan sumber tulisan. Saya ikut sedih.

Rabu, 18 Oktober 2017

Tentang Nodiwa





“Assalamu’alaikum, Mbak Nodiwa, perkenalkan, saya … bla … bla … bla …”

Begitulah beberapa kali kalimat perkenalan yang mampir di whatsapp, email, inbox atau direct message di gawai saya. Hmm … Nodiwa. Bukan julukan asing sebenarnya. Hanya saja, saya tidak terbiasa dipanggil dengan ‘nama’ itu, lebih akrab dengan panggilan Nova ^^.

Selasa, 17 Oktober 2017

Tips Tidak Malas Menulis di Blog






Awalnya ada sebuah komentar dari salah satu teman di blog pribadi, dan menanyakan, alasan saya kok rajin (ehem), bikin postingan di blog. Well ... ada sedikit rasa gimana gitu, kayak ada manis-manisnya (halah), membaca komentar tersebut.

Senin, 16 Oktober 2017

5 Tips Menghadapi Atasan Baru





Pergantian pimpinan adalah suatu hal yang lumrah terjadi di sebuah perusahaan atau kantor tempat kita bekerja. Setiap pimpinan mempunyai gaya kepemimpinan yang tidak sama, antara satu dan lainnya. Terkadang ada yang membuat kita nyaman, namun tak jarang membuat risau dan terasa menyebalkan sikap pimpinan tersebut pada kita. Hal ini bahkan bisa menimbulkan suasana kerja yang tidak kondusif, bahkan bisa mengganggu aktivitas pekerjaan di kantor.

Minggu, 15 Oktober 2017

Saatnya Refreshing!





Rutinitas di tempat kerja maupun di rumah terkadang membuat kita merasakan kejenuhan. Hal ini bisa mempengaruhi mood bahkan stress berkepanjangan. Bila dibiarkan berlarut-larut tentu akan menjadi sebuah boomerang hingga bisa mengganggu kesehatan, bahkan hidup menjadi tidak nyaman. Tentu Anda tak ingin hal ini terjadi, kan?

Sabtu, 14 Oktober 2017

Ngobrol Asyik di Kafe Bersama Anak




Kemarin saat perjalanan menjemput si kecil dari sekolahnya, tiba-tiba terbersit dalam benak saya untuk sesekali mengajaknya ‘ngafe’. Bukan saya sok kekinian atau apalah, hanya sekadar ingin menciptakan quality time bersama.

Jumat, 13 Oktober 2017

Ketika Merasa Ditikam




Hmm … judulnya bikin ngeri nggak sih? Ditikam … ditusuk dari belakang. Sakit? Tentu saja. Ada yang pernah mengalami seperti hal ini? Apalagi yang menikam adalah orang yang selama ini dipercaya. Duh, jadi semakin merasakan sakit. Merasa dikhianati.

Begitu juga yang dirasakan suami saya. Dia bercerita bahwa salah satu orang yang dipercayai telah mengkhianati. Selingkuh dibelakangnya #eh, maksudnya berbuat tidak jujur tanpa dia ketahui (ya iyalah namanya juga selingkuh sembunyi-sembunyi).

Jadi ceritanya, beberapa hari yang lalu, suami bercerita, bahwa dia habis ditegur salah satu pegawai kelurahan setempat, karena ketidakhadirannya membahas suatu permasalahan di lingkungan tempat tinggal kami.

“Bun … aku mendapat teguran dari Pak X,” begitu kata suami di suatu pagi sambil menikmati segelas teh hangat.

Lho, ada apa, Ayah? Kok tumben,” tanya saya penasaran. Tidak biasanya pagi-pagi suami curhat begini.

“Ayah diberitahu Pak  X, kok tidak hadir dalam pertemuan lingkungan (kelurahan) sebanyak 3 kali. Apalagi yang dibahas persoalan penting,” terlihat raut wajahnya sedikit kecewa. Keningnya berkerut.

Kok Ayah bisa tidak tahu tentang pertemuan itu? Biasanya kan ada undangan. Bunda juga tidak merasa menerima atau dititipi undangannya.”

Hening sejenak. Lantas suami berkata lagi. Saya jadi semakin penasaran.

“Informasi dari Pak X, undangan dititipkan pada  istrinya Pak Y (kebetulan Bu Y adalah salah satu kader di lingkungan tempat tinggal kami, dan sering berinteraksi dengan orang-orang di kelurahan), dan tidak disampaikan ke Ayah. Bahkan yang menghadiri pertemuan tersebut adalah Pak Y (yang notabene suami dari Bu Y). Ayah merasa ditikam dari belakang, Bun. Kok tega ya mereka berbuat seperti itu,” terdengar nada kecewa dari mulut suami.

Saya hanya terdiam mendengarnya, mencoba tidak menambah beban pikiran suami. Melihat saya tidak mengeluarkan sepatah katapun, suami berujar,

“Ayah sudah klarifikasi ke Pak X kok, Bun, kalau tidak menerima undangan tersebut. Bahkan Pak X bilang, undangan pertemuan sebanyak 3 kali. Tak satupun pertemuan yang dihadiri. Ayah tidak tahu maksud dari suami istri itu. Padahal selama ini, Pak Y adalah orang kepercayaan Ayah. Ah … sudahlah…”

Lantas suami beranjak dari kursi dan bilang mau mencuci motor kesayangan. Saya merasakan kekecewaan yang mendalam.

Begitulah. Terkadang memang tidak semua orang yang kita percaya bisa berbuat jujur. Bahkan tanpa sedikitpun ada dalam benak, bahwa suatu saat kita akan dikhianati.

Kita percaya bahwa orang kepercayaan ya bisa dipercaya, bisa diajak bekerjasama dengan baik, tidak berkhianat, apalagi menikam dari belakang.

Semoga kejadian ini menjadikan saya dan suami tetap berpikiran positif pada semua orang. Berusaha tetap berkomunikasi yang baik dengan siapapun. Tidak membalas perbuatan tidak baik (kejahatan) dengan hal yang tidak baik pula.




Postingan ini diikutsertakan pada Program One Day One Post yang diselenggarakan oleh Blogger Muslimah Indonesia.


#ODOPOKT12




Kamis, 12 Oktober 2017

5 Alasan Saat Harus Keluar dari Komunitas






Ketika memutuskan bergabung dengan sebuah komunitas, tentu kita sudah menyadari bahwa akan berada ditengah-tengah berbagai karakter manusia. Ada yang karakternya cocok dengan kita, tidak sedikit yang bertolak belakang.

Rabu, 11 Oktober 2017

Ketika Tubuh Harus Istirahat





Terbiasa dengan aktivitas yang padat selama seharian, terkadang kita lupa bahwa tubuh bisa menunjukkan sinyal kelelahan, daya tahan tubuh menurun, dan hal ini bisa terjadi sewaktu-waktu. Gejala-gejala di atas harus diwaspadai, terutama berhubungan dengan kesehatan tubuh.

Selasa, 10 Oktober 2017

Kesan Pertama Begitu Menggoda




Hmm … judul postingan kali ini berasa iklan banget nggak sih? Hehe. Ya … sebetulnya bukan karena bermaksud mengiklankan sesuatu sih, tetapi tulisan kali ini memang ada hubungannya dengan iklan.

Senin, 09 Oktober 2017

5 Alasan Mengikuti Program ODOP Blogger Muslimah



Menulis memang bisa dilakukan siapa saja, tetapi tidak semua orang bisa terus melakukannya, tanpa disertai tekad yang kuat, disiplin dan komitmen yang tinggi.

Minggu, 08 Oktober 2017

Cobalah Saja!


sumber foto : google





Seringkali kita merasa ragu untuk mencoba sesuatu yang baru. Khawatir akan hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan harapan. Merasa tidak yakin akan kemampuan diri sendiri. Teman-teman pernah mengalami hal seperti ini?

Sabtu, 07 Oktober 2017

Jangan Asal Memberi Kritik



Seorang teman pernah menyampaikan kekecewaannya pada seseorang. Hanya karena seseorang tersebut menyampaikan kritik pada teman saya. Secara detail memang tidak diceritakan, bentuk kritik tersebut, tetapi akibatnya ternyata sangat fatal. Teman saya menutup semua akun media sosialnya! Waduh!

Jumat, 06 Oktober 2017

Sulitnya Memulai Menulis





Beberapa teman melakukan japri di whatsapp saya, menanyakan betapa sulitnya memulai untuk menulis. Mereka sering merasa tidak menemukan ide untuk menulis. Bahkan diantaranya merasa takut dan khawatir tulisan yang dipublikasikan tidak ada yang membaca, apalagi memberikan komentar. Hal-hal tersebut membuat beberapa teman saya menjadi ragu, padahal dalam hati kecil, sangat ingin melakukan hal tersebut. Keraguan membuat mereka tidak jadi menulis. Duh!

Kamis, 05 Oktober 2017

Jangan Ada Kebohongan Lagi




Pernah nggak sih, teman-teman dibohongi? Atau merasa dibohongi? Saya pernah. Mungkin juga sering. Tanpa tahu alasan si pembohong melakukannya pada saya. Tentu saja diri ini tidak tahu persis kenapa diperlakukan seperti itu. Bahkan bisa jadi baru menyadari setelah beberapa waktu berlalu, setelah menemukan bukti-bukti kebohongan tersebut. Tak jarang bukti kebohongan datang tanpa harus bersusah payah menemukan. Ini namanya kebetulan.

Rabu, 04 Oktober 2017

Saat Anak Sedang Romantis





Akhir-akhir ini, saya merasa anak saya kok jadi romantis ya? Hehe. Memang anak kecil bisa romantis? Saya merasa begitu. Lha romantisnya itu yang bagaimana? Penasaran kan?

Selasa, 03 Oktober 2017

Tentang Seorang Freelancer

sumber foto : google




Saat blogwalking di blog salah seorang teman blogger, membuat saya ingin membuat menulis juga tentang tema yang sama. Teman saya itu menulis tentang pekerjaannya sebagai seorang freelancer. Hmm … Ada apa ya, dengan seorang freelancer?

Senin, 02 Oktober 2017

Setiap yang Tertinggal akan Menjadi Sejarah





Apapun yang telah dan pernah kita alami dan rasakan, akan selalu menjadi bagian dari hidup yang kita jalani. Berbagai peristiwa, baik yang menyenangkan ataupun tidak, harapan-harapan yang tercapai ataupun belum, baik yang kita alami sendiri maupun dialami oleh orang lain, dengan kata lain, segala apapun yang telah berlalu, bisa dinamakan sebuah sejarah hidup.

Jumat, 29 September 2017

Hidup Damai Tanpa Ambisi




Membaca postingan salah satu teman, membuat saya kembali merenung tentang hidup yang dijalani. Teman tersebut mengungkapkan, bahwa hidupnya kini menjadi lebih tenang, ketika dia memutuskan untuk tidak lagi memupuk ambisi dan memaksakan diri menjadi sesuatu seperti orang-orang di sekitarnya. Dia tidak ingin hidup hanya sekadar menunjukkan kehebatan pada dunia.

Kamis, 28 September 2017

Yang Penting Action Dulu!



Ada percakapan yang menarik di grup #OneDayOnePost, khususnya grup kentang. Kentang? Mungkin pertanyaan itu yang ada di benak teman-teman. Tidak ada alasan khusus untuk penamaan grup ini. Yang jelas, idenya dari salah satu pengurus di komunitas menulis kami, yaitu #OneDayOnePost.

Rabu, 27 September 2017

Tinggal Beberapa Hari Lagi






Kemarin, seseorang menghampiri saya, lantas mengucapkan sesuatu.

“Aku minta maaf ya, bila selama ini banyak berbuat salah padamu, sering menggoda. Sungguh tidak ada maksud apapun, hanya sekadar bercanda saja. Maafkan aku, ya,” begitu katanya panjang lebar.

Selasa, 26 September 2017

Menebar Kebaikan dengan Menulis




Kemarin saat blogwalking ke blog teman-teman dari komunitas #One Day One Post angkatan ke-4, saya merasakan keseruan juga senang. Mereka sangat antusias membagikan link postingan juga aktif ngobrol di grup (meskipun ada juga yang obrolannya out of topik, hehe. Ini sih udah biasa di grup manapun, wekawekaweka).

Senin, 25 September 2017

Hargailah Jerih Payah Penulis






Sebuah inbox mampir ke gawai saya, di suatu hari. Dari seseorang. Saya belum mengenalnya. Inti dari isi inbox tersebut seperti ini :


“Perkenalkan, saya X. Langsung saja ya, mbak. Kami menawarkan kerjasama dalam bentuk penulisan artikel. Untuk setiap artikel yang ditulis sebanyak 300 kata, kami akan memberikan fee sejumlah lima ribu rupiah. Bagaimana, mbak?”


Whattt? 300 kata cuma dapat lima ribu? Apa-apaan ini?’ begitu pikir saya. Cenut-cenut deh. Murah amat ya? Meskipun masih kaget dan bertanya-tanya, sayapun menjawab inbox tersebut.


“Saya pikir-pikir dulu ya, mbak. Jawabannya akan sesegera mungkin saya berikan,” begitu jawaban yang saya berikan.



“Ditunggu ya mbak, kepastian jawabannya hari ini. Bila mbak tidak berkenan, nanti segera kami alihkan penawarannya pada orang lain,” jawabnya.


“Oke,” singkat jawaban dari saya.


Hmm … benak jadi berpikir tentang inbox dari seseorang yang tentu saja masih begitu asing bagi saya. Tentu saja yang terpikir adalah tentang fee yang didapat ketika saya bersedia menulis untuk artikel sejumlah 300 kata.


Berbagai pertanyaan muncul memenuhi pikiran. Kok murah banget ya? Apakah memang hanya segitu harga yang pantas untuk seorang penulis? Apakah pihak yang menawarkan itu tidak tahu atau memang tidak peduli, bahwa menulis itu juga harus menggunakan otak dan perasaan juga? Okelah, mungkin ada penulis yang sukanya asal copas dari tulisan orang lain, tinggal klik-klik saja, beres. Tapi masih banyak lho, penulis yang tulisannya memang murni buah dari pikirannya sendiri.


Menulis sebanyak 300 kata itu kurang lebih bisa 2 halaman, lho. Apalagi menulis artikel yang terkadang memerlukan riset dan data, jadi tidak asal menulis saja. Data pendukung didapat darimana? Bisa dari hasil browsing di internet, pengalaman pribadi atau pengalaman orang lain, atau dari buku yang dibaca. Lha kalau dari browsing, mungkin perlu ke warnet, perlu beli paketan (perlu biaya), walaupun bisa juga sih pakai wifi gratisan (tetapi kan perlu cari lokasi yang pas, juga). Nah, kan. Tetap harus ada pengorbanan dari penulis. Saya jadi ingin mengajukan pertanyaan deh ke pihak yang menawarkan tadi : situ waras? *makin geregetan dan ingin garuk-garuk tembok.


Meskipun hati nurani mengatakan untuk menolak saja tawaran tersebut, tapi saya ingin mendapatkan saran dan pendapat dari beberapa teman penulis. Hasilnya semua menyarankan agar saya tidak menerima tawaran tersebut. Bahkan ada masukan dari seorang blogger senior (kebetulan saya menjadi salah satu anggota komunitas yang diasuhnya), agar jangan ‘melacurkan’ intelektual kita sebagai penulis. Menjadi penulis itu, lebih baik tidak dibayar asalkan ada kepuasan batin. Sharing is caring.
 

Nah, itu! Kepuasan batin. Bagi seorang penulis, lebih baik tetap menulis, asalkan batinnya puas, daripada menulis tapi dibayar nggak pantas. Udah merasa nggak happy, tertekan pula. Ngenes kuadrat, deh!


Eh … tetapi ini murni pendapat saya, lho. Kalau ada yang hepi dengan bayaran segitu, ya monggo saja.


Well, akhirnya saya putuskan untuk menolak tawaran kerjasama tersebut. Tentu dengan kalimat yang sopan dan tidak menyinggung. Ya, siapa tahu dia akan menawarkan lagi kerjasama dengan harga yang lebih pantas, kan?


Menghargai karya orang lain tentu akan lebih baik, termasuk juga karya para penulis. Hargailah pengorbanan para penulis, termasuk juga memberikan fee yang pantas atas jerih payah mereka. Meskipun sebenarnya, banyak penulis yang tidak hanya mengejar materi saja, tetapi cukup senang bila karyanya ada yang membaca. Percaya, deh!


*postingan ini murni curhatan saya, sebagai orang yang pernah mendapatkan tawaran untuk menulis, sejumlah 300 kata dengan fee sebanyak lima ribu rupiah.

Jumat, 22 September 2017

Tips Agar Anak Tidak Bergantung pada Gawai






Sudah hampir 1 bulan ini, si kecil Rafa tidak lagi asik dengan gawai. Lho, anak umur 5 tahun sudah sering main gawai? Mungkin begitu yang ada di pikiran Anda semua. Iya. Hiks. Dan itu jelas murni kesalahan kami sebagai orangtua yang kurang mengontrol penggunaan gawai pada anak, meskipun hanya untuk mengoperasikan aplikasi permainan yang ada di telepon pintar tersebut.

Kamis, 21 September 2017

Semoga Menjadi Lebih Baik





Hari ini, Kamis, 21 September 2017, adalah hari pertama di tahun baru Islam. Setahun sudah bersama dengan 1438 Hijriah, dan sekarang telah berada di 1439 Hijriah.

Rabu, 20 September 2017

Tips Menghalau Bad Mood



Sudah 2 minggu batuk menyerang, membuat saya menjadi tidak nyaman untuk melakukan aktivitas apapun. Jengkel dan rasanya ingin marah saja. Tiada kunjung reda sakit ini, membuat bad mood sering menghinggap.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...