Senin, 19 Desember 2016

Cerbung Bunga Kemuning Bagian 11






“Tidak!!!”

“Jangan mati! Bangun, Mas!”

Berulangkali Sekar meneriakkan kalimat-kalimat yang sama. Dia berteriak histeris sambil memukulkan kedua tangan ke tanah. Terus meraung kala melihat tubuh sang pengendara digotong beberapa orang untuk dibawa ke rumah sakit.


Betapa shock gadis itu. Dia tidak peduli tingkahnya itu menjadi tontonan banyak orang. Sekar tidak bisa berpikir dengan jernih. Dia lupa bahwa dirinya berada ditengah kerumunan.

Tiba-tiba, ada seorang ibu mendekatinya.

“Nak, sudahlah. Tenangkan dirimu. Tak baik berteriak terus seperti ini. Lihatlah, banyak orang melihatmu. Ayo, menepilah. Mari bersamaku,” lembut ibu itu bertutur, sambil menenangkan Sekar dan mengusap lengannya.

Sekar melihat sekilas perempuan tak dikenalnya itu. Sejenak dihentikannya tangis dan raungan histeris.

Ibu itupun tersenyum, lantas menghela Sekar untuk menuju sebuah rumah di seberang jalan dari tempat kejadian. Sambil terus didekapnya gadis itu, dia membimbing Sekar lantas menyuruhnya untuk duduk di sebuah kursi di teras rumah itu.

Lantas meminta ijin pada sang pemilik rumah untuk sekadar menenangkan diri bagi Sekar, serta minta tolong segelas air putih agar hati sang gadis bisa sedikit lebih tenang. Sang pemilik rumah sama sekali tidak keberatan.

“Minumlah, Nak, agar hatimu lebih tenang,” kata Ibu itu sambil menyodorkan segelas air putih pada Sekar.

Sekar pun meminumnya. Masih dalam kondisi terguncang dan terdengar isak di sana. Air putih itu bisa sedikit membuatnya lega.

.

Sementara itu, Pandu teringat akan Sekar. Dia ingin sekali menghubungi gadisnya. Gelisah menjalar di tubuh. Harapnya cemas, semoga tidak terjadi apa-apa dengan Sekar. Lantas diraihnya handphone. Terkejut kala mendapati benda itu tak menyala. Mati.

Lantas diraihnya charge di atas meja dan mencolokkan benda itu untuk menambah daya baterai. Setelah beberapa saat, dengan terburu, dinyalakannya handphone itu. Pandu berpikir, Sekar pasti menghubunginya.

Dan ternyata, dugaannya tidak meleset. Ada ratusan panggilan tak terjawab muncul di layar. Siapa lagi kalau bukan dari Sekar.



≠OneDayOnePost
≠TantanganCerbung
≠Bagian11





6 komentar:

  1. Ditunggu kelanjutannya, Mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. In syaa Alloh , Mbak Anik. Terimakasih supportnya :)

      Hapus
  2. Balasan
    1. Ya, Mbak Wid. Terimakasih supportnya ya :)

      Hapus
  3. Dr Siapakah panggilan itu...??
    Dtnggu slnjutny..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siap melanjutkan hehe. Terimakasih supportnya! :)

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar. Pastikan Anda mencantumkan nama dan url blog, agar saya bisa berkunjung balik ke blog Anda. Semoga silaturahmi kita terjalin indah ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...