Jumat, 25 November 2016

Writing Tresno Jalaran Soko Kulino





Judul di atas memang saya plesetkan dari filosofi Jawa yaitu witing tresno jalaran soko kulino, hanya ada penambahan huruf ‘r’ pada kata “witing” sehingga berubah menjadi “writing” yang bila diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia artinya kecintaan pada menulis akan tumbuh karena terbiasa.


Maksudnya, kita akan mencintai dunia menulis karena membiasakan menulis.

Ungkapan orang Jawa bahwa witing tresno jalaran soko kulino, yang artinya rasa cinta pada seseorang akan timbul (tumbuh) sebab terbiasa, bisa karena seringnya bertemu, intens berkomunikasi, seringnya chatting atau japri lewat whatsapp, BBM, inbox, Line dan sebagainya.

Hal ini bisa juga berlaku dalam hal menulis. Rasa cinta bisa tumbuh seiring dengan kebiasaan menulis yang dilakukan terus-menerus. Saya bilang, bisa tumbuh lho ya.

Bisa saja rasa itu tidak tumbuh kala diri tak ingin merawat, memupuk dan membiarkannya mati nelangsa. Bahkan rasa itu dianggap tak pernah ada karena kita sudah tidak mencintainya lagi.

Bila rasa cinta sudah tidak ada, niat berbagi telah sirna, bias sinar mentari seolah tak mampu bangkitkan asa, akankah ingin menjadikan hidup ini sia-sia tanpa meninggalkan sesuatu yang bermanfaat?

Mencintai dan menyayangi dunia menulis sungguh bukan hal yang merugikan. Sebab di sana akan ada jejak-jejak aksara yang kita tinggalkan kala kita tiada lagi di dunia.

Mencoba dan membiasakan menulis setiap hari, seperti apapun tulisan itu, adalah sebuah langkah bahwa kita memang mencintai yang namanya menulis.

Meskipun hanya tulisan-tulisan ringan, sekadar berbagi cerita tentang aktivitas yang dilakukan sehari-hari, yang mungkin bermanfaat bagi orang lain dan bisa menginpirasi, itu bukti bahwa kita mencoba menumbuhkan rasa cinta dalam menulis. Kita senang dan bersemangat melakukannya.

Kita akan melakukan apapun pada seseorang yang kita cintai, bukan? Sama halnya dengan menulis. Kita pun akan melakukan apapun untuk menulis. Meski raga sedang dirundung lelah, meski hati sedang gulana, namun karena sudah bertekad akan melakukan apapun demi ‘si cinta’ yaitu menulis, maka tiada alasan untuk bermalas diri menuang kata.

Bila kita memang mencintai menulis, kenapa tidak mulai sekarang membiasakannya?

Jangan mematikan rasa yang sudah mulai tumbuh agar tiada penyesalan kala kesempatan tak lagi ada. Jangan pernah bilang tidak bisa, sebab bisa itu karena terbiasa. Menulislah dan biasakan. Cinta menulis akan hadir seiring kebiasaan itu menjadi sebuah kebutuhan bagi kita.

Menulislah dan jadikan writing tresno jalaran soko kulino demi kebaikan.

Semoga yang sedikit ini bisa memberi manfaat.


#OneDayOnePost
#Inspirasi















19 komentar:

  1. Ada juga, witing tresno jalaran soko glibet 😂😂😂😂
    Keren filosovinya mbk Nova

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ngglibet, Mas Heru hehe

      Matur nuwun sudah mampir :)

      Hapus
  2. Waktu ngeklik link ini aku kira ini masalah asmara wkwk aku nggak sadar kalau ada "r" nya hahaa

    BalasHapus
  3. Dari SD aku diajarin sama nyokap untuk menulis, nulis apa aja, perasaan, curhat dll dalam satu buku, biar semua yang ada dikepala tertuangkan. Lama kelamaan belajar gimana cara nulis yang lebih enak dibaca orang2, pas SMP sering nulis cerpen & dibaca sama temen2 tapi itu buku ntah kemana hahaha.. kebayang deh kl masih ada, tulisannya asli alay XD

    BalasHapus
  4. Meskipun alay tapi udah bisa nyenengin orang lain, kan? Keren nih, Mbak Sandra, udah nulis dan kirim karya sejak SMP ^-^

    BalasHapus
  5. Dan menulis itu bisa jadi terapi juga, sangat senang bisa terjun ke dunia tulis menulis ini jadinya :)

    filosofi yang keren

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, Mbak Ipeh. Menulis bisa dijadikan sebagai terapi ^-^

      Hapus
  6. menuliskan perasaan itu menyehatkan...kalo cuma di pendam ntar malah tekanan batin..he2

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, Mbak Nova. Justru dengan menulis jadi berkurang tekanan batinnya :)

      Eh, nama kita samaan ya? hehe

      Hapus
  7. Menginspirasi mbak tlisannya..bener banget sama quote diatas...kalimat awalny dirubah jadi "writting"...hehe...cocok tuk jdi motivasi..
    Terima kasih mbak motivasiny

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih kembali, Mas Rohmat. Alhamdulillah bila bisa memotivasi :)

      Hapus
  8. Yuk semangat nulis terus, yang bermanfaat. :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semangat! Terimakasih supportnya, Mbak :)

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar. Pastikan Anda mencantumkan nama dan url blog, agar saya bisa berkunjung balik ke blog Anda. Semoga silaturahmi kita terjalin indah ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...