Selasa, 29 November 2016

REVIEW BUKU ORANG-ORANG KOTAGEDE




dok. pribadi






Judul                   :      ORANG-ORANG KOTAGEDE
Penulis                 :      Darwis Khudori
Tahun terbit         :      2000
Desain cover        :      Si Ong
Pracetak              :      Happy el Rais, Ari YA, Rh. Widada, Latifah, Heriyanto
Penerbit               :      Yayasan Bentang Budaya, Yogyakarta
Nomor                 :      YBB. 087.00





Buku dengan judul Orang-orang Kotagede ini merupakan kumpulan cerpen karya Darwis Khudori. Seorang penulis yang juga seorang pengajar dan peneliti. Namanya tidak asing di media massa Indonesia pada tahun 70-an.


Dalam kumpulan cerpennya ini, Darwis menceritakan tentang bagaimana orang-orang Kotagede hidup, terutama rakyat kecil, kaum buruh dan pedagang gurem, yang merupakan bagian terbesar dari penduduk    Kotagede : suka duka mereka, kepolosan-kepolosan mereka, kelucuan-kelucuan yang terjadi, cinta kasih, kebrutalan-kebrutalan dan tragedi-tragedi yang terjadi.

Cerpen-cerpen di dalam buku ini terhitung pendek, dengan gaya penuturan yang bisa dibilang pendek (short story). Hal itu tentunya memudahkan pembaca untuk melahap buku ini hanya dalam waktu yang relatif sebentar.

Namun, tentunya sebuah kualitas cerita tidak bisa diukur dari lama atau tidaknya waktu yang dibutuhkan untuk membaca. Sekalipun ditulis dengan sederhana, namun cerita-cerita di dalam buku ini memerlukan telaah yang lebih lama dan lebih dalam dari yang bisa diduga.

Darwis Khudori hanya berusaha bercerita dan berbagi tentang kesan-kesannya terhadap Kotagede. Kita yang membaca kumpulan cerpen ini dapat menangkap banyak sekali momen-momen masa kecil atau remaja Darwis semasa menghabiskan rentang kehidupannya di Kotagede.


Meskipun rata-rata cerpen di buku ini pendek, namun Darwis Khudori selalu menyempatkan diri untuk mendeskripsikan setting/tempat dimana ceritanya itu berlangsung.

Tidak ada penggunaan bahasa yang berlebihan. Tidak ada penggunaan plot yang eksperimental.

Pada dasarnya, strategi penceritaan Darwis memang bertumpu pada karakter tokoh-tokohnya yang selalu berinteraksi dengan lingkungan Kotagede.

Buku ini cukup menarik untuk dibaca. Bahkan dapat menjadi sebuah dokumen tersendiri untuk mengenali karakteristik Kotagede di masa lalu.

Mungkin para pembaca semua bisa menyempatkan diri untuk mengelilingi daerah ini setelah selesai membaca keseluruhan cerpen .


Membaca cerpen-cerpen di dalam buku ini seolah membaca drama kehidupan yang juga bisa terjadi di sekitar kita. Darwis Khudori menginspirasi kita agar tidak melupakan sejarah kehidupan mulai dari masa kecil hingga usia berapapun, dalam kesadaran-kesadaran yang tertuang melalui jejak-jejak aksara yang kita tinggalkan.




#OneDayOnePost
#Review

6 komentar:

  1. Buku ini sepertinya menarik unntuk dibaca neh. apalagi saya suka sekali baca cerpen.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Mbak Liswanti, kumpulan cerpen dalam buku ini menarik untuk dibaca, bahasanya sederhana, menggambarkan banget kehidupan masyarakat yang mungkin saja terjadi di sekitar kita.

      Tidak rugi bila dijadikan salah satu koleksi bacaan pribadi :)

      Hapus
  2. Gaya tulisannya seperti apa Mb..tapi kayaknya menarik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gaya tulisannya sederhana, kata-katanya juga, mudah dipahami, Mbak Wid. Menceritakan kejadian sehari-hari di sekitar.

      Hapus
  3. duh baper klo ada buku isinya travel. hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini bukan buku tentang travelling lho, Mbak :) namun menceritakan sisi lain KOtagede dan cerita-cerita masyarakatnya :)

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar. Pastikan Anda mencantumkan nama dan url blog, agar saya bisa berkunjung balik ke blog Anda. Semoga silaturahmi kita terjalin indah ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...