Jumat, 11 November 2016

Menciptakan Kenyamanan Berkomunikasi dengan Pasangan



sumber foto : google


Beberapa permasalahan rumah tangga kerapkali terjadi karena kurangnya komunikasi yang baik antara suami dengan istri. Hal ini bisa menjadi sebuah bumerang dalam suatu ikatan pernikahan. Bila dibiarkan berlarut-larut akan mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan.



Ketidakmampuan mengungkapkan keinginan dan perasaan secara lancar kepada pasangan, akan berdampak munculnya kesalahpahaman dan memicu emosi serta kemarahan masing-masing pihak. Hal ini menunjukkan adanya komunikasi yang tidak lancar sehingga berpotensi merusak hubungan antara suami dengan istri.


Komunikasi memiliki peran yang sangat penting dalam menciptakan keharmonisan dalam kehidupan rumah tangga. Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan agar kenyamanan berkomunikasi dengan pasangan dapat tercipta, yaitu :


1.      Lakukan di saat yang tepat
Ketika salah satu pasangan ingin berdiskusi atau membahas sebuah permasalahan dalam rumah tungga, pilihlah waktu, suasana dan tempat yang tepat untuk mendukung kelancaran berkomunikasi. Misalnya ketika ingin membicarakan masalah, jangan disampaikan ketika pasangan kita dalam keadaan capek sepulang kerja. Sebaiknya disampaikan ketika suasana hatinya sedang bagus.


2.      Sampaikanlah dengan kata-kata lembut
Kelembutan tutur kata tidak hanya ditujukan kepada perempuan, namun pria juga harus bisa melakukannya. Kata-kata yang kasar hanya akan menyulut emosi dan justru dapat menimbulkan konflik yang baru.


3.      Saling mendengarkan
Belajarlah untuk saling mendengarkan dengan penuh perhatian. Saat pasangan ingin menyampaikan suatu hal yang serius, hentikan aktivitas dan bersiaplah untuk mendengarkan. Tentu hal yang menyinggung baginya jika pasangan sedang berbicara namun Anda mendengarkannya sambil sibuk dengan handphone Anda, atau tayangan TV.


4.      Hargailah pendapat masing-masing
Kebebasan berpendapat memang milik semua orang. Namun tidak berarti bisa memaksakan kehendak pada pasangan.. Setiap orang mempunyai pandangan yang berbeda untuk suatu permasalahan, bukan? Hargai pendapatnya dengan memberikan komentar yang baik dan tidak menyinggung perasaannya.


5.      Memahami bahasa tubuh
Kadang ekspresi wajah dan bahasa tubuh pasangan Anda sudah mengisyaratkan sesuatu pesan. Tidak semua orang bisa dengan mudah mengungkapkan perasaannya. Pahamilah tentang hal ini dan bersabarlah.


6.      Bersikap terbuka
Lepaskan kendala yang menekan perasaan, ceritakan semua yang perlu diketahui pasangan. Kita bisa dengan cepat belajar mengetahui kondisi pasangan dari proses keterbukaan yang melegakan. Jika suami dan isteri mengetahui dengan detail kondisi pasangan, akan semakin membuatnya mengerti bagaimana cara yang tepat untuk berkomunikasi.


Belajarlah untuk berkomunikasi yang baik, benar dan efektif serta memberikan kenyamanan dengan pasangan, untuk menjaga keharmonisan dan keutuhan rumah tangga.


Semoga bermanfaat.



#OneDayOnePost
#Artikel, Inspirasi

8 komentar:

  1. Waah dapat ilmu baru lagi buat para calon istri, Mba . Wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah bila bermanfaat :)

      Bukan cuma buat calon istri, buat calon suami dan pasangan yang sudah menikah juga boleh kok :)

      Postingan ini juga self reminder buatku. terinspirasi kala berbincang-bincang dengan suami :)

      Hapus
  2. Iya, Mbak. Masalah utama emang komunikasi. Apalagi di usia 5 tahun pernikahan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Usia pernikahan di bawah 5 tahun memang rawan konflik ya Mbak Anisa

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar. Pastikan Anda mencantumkan nama dan url blog, agar saya bisa berkunjung balik ke blog Anda. Semoga silaturahmi kita terjalin indah ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...