Senin, 07 November 2016

Kolam Ikan

dok. pribadi



“Bun … lihat, ikannya banyak, warna-warni,” seru Rafa kala melihat ikan-ikan di kolam milik salah seorang teman. Saat itu kami sekeluraga bersilaturahmi kesana.

Pandangan Rafa hanya tertuju dan tak sekalipun beranjak dari kolam. Kedua bola matanya yang bulat bergerak mengikuti kemanapun ikan-ikan itu berenang.


Terkadang mulutnya manyun dan sedikit maju karena kecewa ikan-ikan itu menjauh, sebentar kemudian tertawa terbahak-bahak dan bersorak  kegirangan sambil melompat-lompat. Tertawanya lucu buatku. Hidung yang selalu dikerutkan hingga seperti menyeringai, mata menyipit, dan selalu menunjukkan deretan giginya.

Sesekali Rafa berlarian kesana kemari mengelilingi kolam ikan. Seolah tak ingin kehilangan kesempatan untuk mengikuti mereka.

Kadang dibungkukkannya badan, kadang berjongkok mengamati. Terkadang isengnya timbul. Memasukkan tangan ke dalam kolam seakan hendak menangkap salah satu ikan-ikan itu.

Untung saja kolam itu dangkal, mungkin dalamnya seukuran lutut Rafa. Namun tetap saja membuat hatiku khawatir bila Rafa mencebur ke kolam karena gemas ingin menangkap salah satu ikan-ikan itu.

Saat aku bilang padanya mau ke dalam sebentar karena ada perlu dengan temanku, tak lama kemudian terdengar sebuah teriakan.

“Bundaaa …”

Tergopoh aku keluar. Terlihat Rafa dalam posisi duduk sambil memegang lutut. Raut mukanya merah padam. Bibir menyebek, hidung yang selalu digerakkan naik turun, dan mata yang tak henti mengerjap menahan tangis. Bahunya mengendik berkali-kali dengan napas tertahan. 

Hmm … kuduga dia jatuh terjerembab setelah berlarian kesana kemari dan kakinya menginjak salah satu tali sepatunya yang lepas.



≠OneDayOnePost
≠TantanganDeskripsiRasa

12 komentar:

  1. Hebat deskripsinya detail banget mbak.. Hihi.. Anak2 emang seneng banget ya kalau liat ikan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menceritakan sesuai realita dan pengalaman pribadi memang lebih mudah, Mbak Siti :)

      Yaa ... anak-anak memang menggemaskan :)

      Hapus
  2. Bagus, mbak :)

    Aku gemes kalau lihat anak kecil sikapnya lucu gtu:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lucu dan menggemaskan ya, Mbak Anik, meskipun kadang membuat khawatir juga :)

      Hapus
  3. Balasan
    1. Terimakasih, Mbak Wid :)

      Based true story. Easy story hehe

      Hapus
  4. Balasan
    1. Terimakasih, Mbak Febie :)

      Aku masih perlu banyak belajar :)

      Hapus
  5. Keren mba nova deskripsinya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih :)

      Saya masih perlu banyak belajar kok Mbak. Mencoba menggambarkan deskripsi perasaan semampu saya :)

      Hapus
  6. aku blun bikin tantangan ini hua hua hiks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo bikin. Dari kejadian yang dialami atau membaca lingkungan sekitar bisa jadi ide kok. Tulisanku juga karena pengalaman anakku kan? :) Idenya sederhana. Diksiku juga sederhana :)

      Semangat ya :)

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar. Pastikan Anda mencantumkan nama dan url blog, agar saya bisa berkunjung balik ke blog Anda. Semoga silaturahmi kita terjalin indah ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...