Selasa, 04 Oktober 2016

Save to Draft



To           :  gendismanis@suratelektronik.co.id
Cc           :
Subject   :  gendis

Gendis …

Aku tidak tahu harus mulai darimana menceritakan semua ini. Aku bukan tipe manusia yang suka menuang kata dalam bentuk tulisan. Aku lebih suka mengucapkan langsung. Jadi maafkan bila tulisanku ini membuatmu bingung. Atau tertawa. Atau sedih. Entahlah. Terserah kamu menanggapinya.


Gendis … ah, aku … gimana ya. Sebenarnya aku malu cerita ini ke kamu. Tapi aku harus ceritakan agar sesalku tidak semakin menyiksa. Yaa … meskipun mungkin terlambat. 

Baiklah, aku ceritakan saja, ya. Tapi janji, jangan marah.

Seharusnya ini kuungkapkan padamu saat itu, setelah pengumuman kelulusan SMA kita. Selama dua tahun memendamnya sejak pertama kali kita bertemu. Bukan kita, tapi aku yang melihatmu.

Sejak pertama kali melihatmu, entah kenapa, ada desir dalam hatiku. Sosokmu yang cantik, anggun, ramah, selalu ceria, telah menambatkan sesuatu dalam diriku. Aku selalu diam-diam mengawasimu, Gendis. Meski kau tak pernah tahu. Bertahun-tahun kulakukan ini. Dan aku tak pernah punya keberanian mendekatimu. Ah … aku memang payah.

Karena kau, Gendis, meskipun aku tahu, hatimu sudah ada yang memiliki, namun aku tak bisa menipu perasaanku sendiri. Aku tahu, aku hanyalah pungguk merindukan bulan. Namun rasa ini belum berubah, hingga saat ini. Hingga kutemukan akun facebookmu. Hingga kuberanikan diri mengirim email yang tercantum di akunmu.

Maaf aku hanya berani mengirim email ini. 

Aku hanya ingin bilang.

AKU SUKA KAMU! AKU SAYANG KAMU! DARI DULU HINGGA SEKARANG!

Itu saja, Gendis.

Maafkan aku.

Si pungguk perindu rembulan,

Juara


Kuarahkan kursor ke tombol send. Serasa beban berat menghimpit lepas dari tubuh. Lega. Kursor masih berkedip-kedip.
Kupandang monitor putih ini. Membaca ulang isi email. Sejenak berpikir ulang.  Jemariku menuntun ke sebuah arah. Save to draft. Klik.



#OneDayOnePost
#Batch3
#HariKe-2
#FiksiMini


14 komentar:

  1. Balasan
    1. Makasih, mbak. Maasih harus banyak berbenah, belajar bikin cerpen seasik mbak Vinny hehe

      Hapus
  2. Wahh kerenn ka nova ending dia ga jadi ngirim yaa haha keren ka

    BalasHapus
  3. Keren nih postingan fiksiminimu mbak Novarina..
    Terus berkiprah ya mbak.. tetap fokus untuk ODOP-nya..
    Salam keberkahan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih supportnya, Pak Dedi. Salam santun :)

      Hapus
  4. Mantap mba Nov! Unik banget. Jadi penasaran cerita selanjutnya, bakal dikirim gak tuh emailnya ke Gendis :D

    BalasHapus
  5. Wow...
    Saya suka banget nih idenya... Unik...
    Nggak nyangka masih save to Draft.. kirain mau dikirim...

    BalasHapus
  6. Ih kreatif, mba nova sangat berbakat di fiksi ternyata. Lanjutkeuuunnn mba :)

    Saluttt

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masih harus banyak belajar, Mbak Indah. Cerpen Mbak juga oke kok :)

      Hapus
  7. Bagus banget euuyy... jadi pengen tahu jadi dikirim gak tuh? hehe...

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar. Pastikan Anda mencantumkan nama dan url blog, agar saya bisa berkunjung balik ke blog Anda. Semoga silaturahmi kita terjalin indah ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...