Jumat, 28 Oktober 2016

Mencerdaskan Hati, Melapangkan Dada





Sebenarnya, saya agak bingung menghadapi tantangan minggu ini untuk Program One Day One Pos dengan tema buku paling berkesan yang pernah dibaca. Jujur saya akui, itu hal yang sulit. Bagi saya, semua buku yang pernah saya baca mempunyai kesan sendiri-sendiri.

Namun saya akan coba menjawab tantangan tersebut dengan memberi sedikit ulasan tentang buku yang pernah saya baca. Buku ini pemberian seorang teman yang hampir saja dimusnahkan karena tak pernah disentuhnya.


Buku dengan judul ‘Mencerdaskan Hati Melapangkan Dada’ karya H.M Syamlan, seorang Wakil Gubernur Bengkulu (Periode 2005-2010), da’i, pengajar, penulis dan pengasuh Lembaga Dakwah Ma’had Rabbani yang diterbitkan oleh Elex Media Komputindo ini mengulas beragam tema kehidupan.

Tulisan-tulisan di dalamnya disajikan dalam bahasa yang mudah dipahami siapa saja. Pembahasan tiap bab merupakan suguhan dan pendekatan dengan hati hingga pembaca larut membacanya dengan hati. Pembaca akan menyadari bahwa potensi terbesar dari manusia adalah hati. Hati itulah yang merupakan sumber kecerdasan, pusat keyakinan tekad dan power bagi setiap insan.

Penyajiannya yang tidak ditulis per bab namun dibiarkan temanya mengalir membuat pembaca tidak merasa bosan dan jemu. Bahkan pembaca bisa membaca mulai dari depan, tengah bahkan dari tema terakhir sekalipun.

Salah satu pembahasan yang menarik adalah tema ‘Jangan Takut Berbuat Baik’. Dalam buku ini ditulisakan bahwa melakukan kebaikan ibarat sedang menanam pohon. Tanaman itu perlu tumbuh dan berkembang sebelum akhirnya berbuah dan ini tentu saja butuh waktu. Tak bisa serta merta langsung berbuah. Jadi, tergesa-gesa ingin segera merasakan buah dari kebaikan yang dilakukan, bisa merusak kebaikan itu sendiri. Hal itu sama dengan orang menanam pohon tapi ingin cepat-cepat meilhat buahnya, oleh karena tidak sabar, pohon yang ditanamnya itu bisa saja tercabut atau tertebang sendiri. Jadilah tanaman itu mati. Padahal ia sudah sudah payah menanamnya.

Demikian pula manusia yang tidak bersabar menunggu hasil dari kebaikan yang dilakukan. Padahal sesungguhnya semua hanya karena ada proses dan waktu dari kebaikan itu sendiri.

Apapun buah dari kebaikan yang pasti adalah nikmat. Dan itu akan kekal dan abadi. Jadi, siapapun yang berbuat baik pasti tak kan pernah rugi. Apapun rintangan dan tantangan yang dihadapi, janganlah takut untuk berbuat baik.


#OneDayOnePost
#Batch3
#TantanganReviewBuku
#HariKe-20

18 komentar:

  1. iya betul betul betul sepakat

    BalasHapus
    Balasan
    1. sepakat apa nih Mbak Nazlah? Hehe. MAkasih dah mampir ya :)

      Hapus
  2. Seringkali orang terburu-buru ingin menikmati hasil. Baru selangkah maju sudah menginginkan sepuncak himalaya kebaikan. Baru sepekan berupaya ingin setahun kemakmuran.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semua perlu proses ya, Mbak? :)

      Mbak Khayla kata-katanya puitis deh :) Makasih udah mampir ya

      Hapus
  3. Balasan
    1. Kayak Upin Ipin hehe
      Terimaksih sudah mau mampir :)

      Hapus
  4. Balasan
    1. Kayak Upin Ipin hehe
      Terimaksih sudah mau mampir :)

      Hapus
  5. Balasan
    1. Apa itu 'sepatu', Mbak? Mbak Wid mau beliin aku sepatu? Ukuranku 38, Mbak (#geer ya hehe)

      Hapus
  6. Menebar kebaikan memang jangan berharap kapan ia akan tumbuh.... Mantap..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Intinya kita harus ikhlas melakukan kebaikan tanpa berharap apapun kan, Mas Hasan? :)

      Terimakasih sudah mau mampir :)

      Hapus
  7. Pantesan setiap yang posting pasti menampilkan onedayonepost... ternyata ini program toh...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya, Program One Day One Post, Mas Adhi :)

      Namun jauh sebelum ikut program ini, aku sudah ngeblog duluan kok. Awal tahun ini, hanya tidk rutin posting tulisan.

      Bagi saya, ikut Program One Day Post untuk menjaga semangat menulis. Semoga setelah berakhirnya program ini, saya tetap menulis di blog hingga tak sanggup lagi menulis.

      Salam santun dan terimaksaih sudah mau mampir :)

      Hapus
  8. Sangat se7 dg perumpamaan sperti mnanam pohon..suatu saat akan dipetik hasilny...meski lama, tapi harus bersabar tuk mnuai hasilny...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kesabaran akan berbuah kebaikan demi hasil yang diharapkan :)

      Hapus
  9. Sangat se7 dg perumpamaan sperti mnanam pohon..suatu saat akan dipetik hasilny...meski lama, tapi harus bersabar tuk mnuai hasilny...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kesabaran akan berbuah kebaikan demi hasil yang diharapkan :)

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar. Pastikan Anda mencantumkan nama dan url blog, agar saya bisa berkunjung balik ke blog Anda. Semoga silaturahmi kita terjalin indah ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...