Senin, 10 Oktober 2016

Kenapa Memilih Jalan Itu?




Tayangan di berbagai media tentang Dimas Kanjeng Taat Pribadi sungguh membuat hati menjadi miris. Bukan hanya sosoknya, namun ajaran yang diberikan kepada para pengikut sehingga tunduk dan patuh akan perintah.

Iming-iming harta (uang) yang berlipat ganda jumlahnya dalam waktu singkat, membuat para pengikut Dimas KanjengTaat Pribadi percaya dan menyerahkan uang begitu saja. Tidak peduli asal uang tersebut, asalkan jumlahnya dapat berlipat ganda.


Mereka berharap dengan nominal jutaan berlipat dari ratusan juta menjadi bermilyar-milyar, dan dari milyaran akan semakin berlipat-lipat jumlahnya. Nominal-nominal yang sangat tidak sedikit.

Apa yang menyebabkan para pengikut tersebut memilih jalan itu untuk memperoleh harta (uang)? Kenapa begitu tergiur menumpuk harta? Ingin cepat kaya tanpa perlu bekerja keras? Tak peduli hutang sana-sini asalkan bisa segera menyetorkan uang dan berlipat ganda jumlahnya dalam waktu singkat? Sudah gelapkah mata hati hingga hanya harta saja yang ada di pikiran?

Sungguh suatu keadaan yang menyesakkan dada ketika kita mengetahui bahwa para pengikut rela meninggalkan keluarga demi tercapai mimpi akan memiliki uang yang berlipat ganda, seperti tayangan di sebuah video ketika Dimas Kanjeng Taat Pribadi tengah duduk di sebuah sofa dan mengeluarkan berlembar-lembar uang dari balik saku bajunya. Video tersebut tentunya untuk meyakinkan para pengikut bahwa dia bisa mengeluarkan uang sejumlah berapapun dalam sekejap. Siapa yang tidak tergiur melihatnya?

Sebagai hamba Alloh, sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk selalu mensyukuri pemberianNya. Harta hanyalah titipan dan kewajiban kita untuk menjaga amanah tersebut serta mempergunakan sebagaimana mestinya. Hal penting yang harus diingat adalah bahwa harta bukanlah tujuan kita hidup di dunia, namun merupakan salah satu sarana kita untuk beribadah kepada Alloh SWT. Sesungguhnya harta merupakan ujian atau cobaan bagi keimanan seseorang.

Manusia berkewajiban bersyukur kepada Allah ta’ala terhadap segala nikmat yang telah Allah ta’ala berikan, termasuk dalam hal ini adalah nikmat harta dan lapangnya rizki. Yakinlah bahwa dengan bersyukur, maka Allah akan menambah nikmat-Nya pada kita.

”Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan : Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih” [QS. Ibrahim : 7].


#OneDayOnePost
#Batch3
#TantanganHariKe-6

10 komentar:

  1. Kebanyakan dari kita kerap kali lupa bersyukur. :'(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya, Mbak Nov. Lupa mensyukuri segala nikmatNya sehingga selalu merasa kurang akan karunianya.
      Terimakasih sudah mau mampir :)

      Hapus
  2. orang bodoh yang percaya seperti itu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tidak hanya bodoh, tapi tidak mau bersyukur, tepatnya

      Hapus
  3. Balasan
    1. What is that mean? Maksudnya pernah ke padepokan itu?
      Maaf kalau gagal paham

      Terimakasih sudah mampir :)

      Hapus
  4. Balasan
    1. What is that mean? Maksudnya pernah ke padepokan itu?
      Maaf kalau gagal paham

      Terimakasih sudah mampir :)

      Hapus
  5. orang yang bodoh sama agamanya mudah tergiur sama kayak gitu....moga kita selalu diberi cahaya ilmu-Nya. aminn

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar. Pastikan Anda mencantumkan nama dan url blog, agar saya bisa berkunjung balik ke blog Anda. Semoga silaturahmi kita terjalin indah ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...