Kamis, 20 Oktober 2016

Kenapa Harus Nulis di Blog Setiap Hari?






Postingan kali ini karena saya takut akan hutang. Hutang? Saya lagi banyak hutang?

Punya sih, tapi kali ini hutang yang lain. Ini bukan soal hutang duit, tapi hutang tulisan. 
Rasanya berat banget kalau saya harus berhutang tulisan. Soalnya bakalan numpuk-numpuk dan saya dobel-dobel, triple dan seterusnya mikirin ide tulisan yang mau saya posting.

                  
Jujur saja, dari pagi saya kepikiran karena belum posting sama sekali, sebab biasanya postingan untuk hari ini sudah saya siapkan malam hari dan saya posting habis subuh sebelum mengerjakan pekerjaan domestik, atau kalaupun spontan, tidak pakai lama mikirnya. Tapi seharian ini, rasanya tak satupun ide muncul dan saya belum posting sama sekali. Saya gelisah. Beneran. 

Padahal, saya ingin membiasakan diri untuk memposting tulisan setiap hari, selama mengikuti Program One Day One Post ini. Bila ini menjadi kebiasaan, saya yakin kedepannya setelah program ini selesai, saya akan tetap rajin nulis di blog.

Kembali lagi ke pertanyaan : kenapa harus posting tulisan setiap hari, sih? Kan bisa aja postingannya dirapel? Atau sehari nulis sehari kagak. Atau suka-suka saya. Ya, bisa saja seperti itu. Suka-suka saya. Kalau suka-sukanya kebablasan trus saya ndak nulis-nulis, gimana dong?

Itulah. Semua berawal dari kebiasaan. Tapi saya yakin, selama saya ingin menjadi penulis, belajar nulis setiap hari di blog adalah pembiasaan yang baik.






Saya teringat beberapa hal yang disampaikan oleh Bang Syaiha di grup One Day One Post yaitu :



1.                  Tidak penting isi tulisanmu, yang penting nulis, untuk latihan agar disiplin nulis;
2.                  Bila merasa isi tulisan kurang berisi, berarti masih ada peluang untuk belajar;
3.                  Sesimpel apapun tulisan kita, percayalah bahwa tulisan itu akan memberikan banyak manfaat;
4.                  Nulis di blog setiap hari agar orang mengenal kita sebagai penulis. Itulah pentingnya kita share tulisan di akun media sosial agar branding sebagai penulis melekat pada profil kita;
5.                  Bila kita mau menerbitkan buku solo, setidaknya kita sudah punya pasar. Ingatlah bahwa menerbitkan buku itu gampang, yang susah itu menjualnya


Eh, tapi saya jadi teringat akan suatu hal.

Hutang duit. Hutang janji.

Kalau saya punya hutang duit atau hutang janji, tolong diingatkan ya? 



#OneDayOnePost
#Batch3
#TantanganHariKe-14


14 komentar:

  1. Balasan
    1. Ya, Mbak Wid. Tapi harus tetap berusaha untuk disiplin kan? :)

      Hapus
  2. Nah hutang juga bisa jd ide nulis. Padahal mikir ide uda seharian suntuk ya hehe


    Semangaaaaat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apapaun bisa jadi ide buat nulis kan mbak Dewi? Hehe

      Hapus
  3. Semngat mb nova. Saya jg sering kpikiran kl blm setor link tulisan. Rasanya gmna gt.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya, mbak Rika. Bisa kepikiran terus sampe susah tidur nih aku, hehe

      Hapus
  4. Keren, Mbak, bisa nulis one day one post. Kalau saya masih moody..hiks.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salah satu alasan saya ikut One day One Post agar bisa disiplin nulis dan posting, Mbak Yanti. Tapi tidak mudah juga ternyata. Hehe

      Hapus
  5. Keren, Mbak, bisa nulis one day one post. Kalau saya masih moody..hiks.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salah satu alasan saya ikut One day One Post agar bisa disiplin nulis dan posting, Mbak Yanti. Tapi tidak mudah juga ternyata. Hehe

      Hapus
  6. Wah mantep mbak..
    cuma kadang masih sulit mengaplikasikan didalam keseharian karena kurangnya ide :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul. Aku masih sering merasa kehabisan ide. KArena aku kurang peka 'membaca' sekitarku. Bisa jadi ide banyak betebaran di sekelilingku, kan?

      Terimakasih apresiasinya ya :)

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar. Pastikan Anda mencantumkan nama dan url blog, agar saya bisa berkunjung balik ke blog Anda. Semoga silaturahmi kita terjalin indah ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...