Senin, 31 Oktober 2016

Sejuknya Air Terjun Sumbermanik di Desa Blongko, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk




Untuk mengobati rasa penasaran kami akan air terjun ini, serta iming-iming dari seorang teman, akhirnya pada hari Sabtu, 22 Oktober 2016 lalu, saya dan suami berboncengan motor ke sana.

Minggu, 30 Oktober 2016

Menjadi Blogger yang Khas untuk Branding




Sering saya bingung dengan konten blog sendiri. Isinya macam-macam. Ada cerpen, tulisan inspirasi, puisi bahkan sekedar coretan (ungkapan hati). Bisa dikatakan, blog saya ini gado-gado. Segala macam ingin ditulis. Dan ini menimbulkan tanya, blog saya ini sebenarnya blog apa sih?

Sabtu, 29 Oktober 2016

Ada Doa di Sana





Membaca untaian kalimat apalagi dari seorang penulis yang penuh inspiratif, apalagi ditujukan secara pribadi, tentu membaggakan. Meskipun mungkin pernyataan tersebut juga disampaikan pada orang lain, namun karena nama saya disebut, hal itu menimbulkan sebuah kesan tersendiri.

Jumat, 28 Oktober 2016

Mencerdaskan Hati, Melapangkan Dada





Sebenarnya, saya agak bingung menghadapi tantangan minggu ini untuk Program One Day One Pos dengan tema buku paling berkesan yang pernah dibaca. Jujur saya akui, itu hal yang sulit. Bagi saya, semua buku yang pernah saya baca mempunyai kesan sendiri-sendiri.

Namun saya akan coba menjawab tantangan tersebut dengan memberi sedikit ulasan tentang buku yang pernah saya baca. Buku ini pemberian seorang teman yang hampir saja dimusnahkan karena tak pernah disentuhnya.

Kamis, 27 Oktober 2016

Selamat Hari Blogger Nasional 2016





Hari ini, Kamis, 27 Oktober 2016 adalah Hari Blogger Nasional.

Rasanya akupun turut bangga dan bahagia. Apa pasal?

Ehem, biarpun masih baru di dunia blogging dan belum bisa benar-benar disebut blogger sejati, boleh dong, aku ikut merasakan kebanggaan itu. Kebanggaan sebagai blogger amatir.

Rabu, 26 Oktober 2016

Lanjutannya Mana?







“Mbak, lanjutannya mana?” tanya seorang teman pagi tadi.

“Apanya yang dilanjut?” bingung saya dengan pertanyaannya.

“Itu lho, Mbak. Cerpennya, Mbak. Yang soal jodoh-jodoh gitu,” sambungnya.

Selasa, 25 Oktober 2016

Tolong Bantu Doa Saja!





Membaca sebuah tulisan dari seorang teman tentang jodoh, seolah mengingatkan akan diri, bahwa saya pun pernah mengalami hal seperti itu. Menanti sang pangeran menjemput dengan kereta kencana untuk dibawa ke istana cintanya (ehem ehem).

Ketika usia sudah melebihi seperempat abad, dan status masih sendiri, berbagai komentar mampir ke telinga. Tentu saja komentar yang tidak jauh dari status kesendirian saya. Macam-macam isinya, mengira saya pilih-pilih lah, sok cantik lah, dan sebagainya (tak perlu diungkap lah), membuat rasa tak nyaman menjalari diri.

Senin, 24 Oktober 2016

Brosur Rahasia (Bagian 2)







“Ayolah, nunggu apalagi sih? Ndak usah pilih-pilih, deh, ntar dapat bangkotan baru tau rasa!”

“Merasa cantik, sukses, trus ndak mau ama yang biasa-biasa aja?”

“Malming cuma di rumah doang? Ih … merana sekali hidupmu!?”

“Sampai kapan mau ngejomblo?”

Minggu, 23 Oktober 2016

Tetaplah Berbagi dalam Kondisi Apapun





Sepagi ini saya sudah berselancar ria. Bukan untuk browsing dan berfacebook, namun untuk ber-blog walking.  Entah kenapa, rasanya saya ingin sekali membaca postingan teman-teman pagi ini di blog mereka. Aktivitas yang biasanya saya lakukan setelah pekerjaan domestik kelar semua. Tapi memang begitu kenyataannya lho. Kalau tidak percaya, silahkan ke rumah saya, hehe.

Jumat, 21 Oktober 2016

Kalau Iri, Ntar Kamu Kurus, Lho!





Apa hubungannya coba, iri dengan kurus? Pasti pada nanya gitu kan?

Ceritanya, saya barusan baca postingan salah satu teman blogger yang membahas tentang ‘iri’ dan ‘kurus’. Teman saya itu menulis, bahwa ada temannya yang menegur bahwa teman saya jangan merasa iri agar tidak kurus.

Kamis, 20 Oktober 2016

Kenapa Harus Nulis di Blog Setiap Hari?






Postingan kali ini karena saya takut akan hutang. Hutang? Saya lagi banyak hutang?

Punya sih, tapi kali ini hutang yang lain. Ini bukan soal hutang duit, tapi hutang tulisan. 
Rasanya berat banget kalau saya harus berhutang tulisan. Soalnya bakalan numpuk-numpuk dan saya dobel-dobel, triple dan seterusnya mikirin ide tulisan yang mau saya posting.

Rabu, 19 Oktober 2016

Bersyukur dari Hal yang Kecil




Banyak orang yang salah sangka. Bahwa nikmat yang berharga adalah sesuatu yang besar dan mahal. Padahal, sesuatu yang besar, banyak dan mahal bisa jadi sama sekali tidak memberikan kenikmatan. Coba Anda bayangkan, apalah artinya makanan mewah dan mahal bagi seorang yang sedang sakit sariawan?
 
Termasuk juga perhatian. Jangan pernah mengabaikan perhatian sekecil apapun dari seorang teman. Perhatian adalah salah satu bentuk kasih sayangnya pada kita. Di saat yang lain menjauh, ada seorang teman dengan begitu pedulinya tetap menemani kita. Membersamai dengan nasehat dan saran untuk menguatkan. 

I Want To Spend My Lifetime Loving You



…….

I want to spend my lifetime loving you

If that is all in life I ever do

I want to spend my lifetime loving you

If that is all in life I ever do

I will want nothing else to see me through

If I can spend my lifetime loving you



Duet Marck Antony dan Tina Arena menyanyikan soundtrack film Zorro, mengingatkan Adit akan seseorang. Namanya masih tersimpan rapi di sudut hatinya yang biru. Ah … andai sore itu aku tak meragukan langkah, akan lain cerita, batinnya.

*
Jemari mengetikkan sebuah nama. Legita Cahyani. Nama yang akhir-akhir ini menghiasi mimpi-mimpi malam bagi Adit. Ingatan akan sosok yang membuat desir di hatinya. Sejak awal bertemu kala masih mengenakan seragam putih abu-abu, rasa itu tidak berubah hingga sekarang. 

Dan rasa itu seolah hadir kembali kala Legita membalas inboxnya.

*

Selasa, 18 Oktober 2016

Jangan Berhenti Bermimpi!





Tak masalah seberapa banyak kamu gagal meraih impianmu, yang akan menjadi masalah adalah ketika kamu tak berani bermimpi lagi hanya karena takut dengan bayang-bayang kegagalan. "ah ya udahlah gue terima aja takdir gue yang seperti ini, nanti palingan gue juga gagal lagi." Belum apa-apa sudah menyerah, belum berusaha sudah pasrah. Mudah sekali menjadikan takdir sebagai alasan, tanpa belajar dari kegagalan. Jangan-jangan apa yang terjadi pada dirimu sekarang ini sebenarnya bukan takdirmu tapi sebuah akibat dari impian yang tak kamu perjuangkan. Yuk perjuangkan lagi dan berdoalah untuk impian-impianmu. Siapa tahu Allah menakdirkan impianmu jadi nyata. Bukankah takdir dapat diubah dengan doa?

Kita memang tak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Harapan pun terkadang tak sesuai kenyataan ,tapi lantaskah kita hanya berpasrah tangan? Jangankan masa depan esokpun masih jadi rahasia-Nya. Ahh tapi percayalah bahwa Allah selalu memberikan rencana terbaik-Nya. Jangan pernah berhenti bermimpi, jangan pernah pula berhenti berusaha, sekalipun belum ataupun tak terwujud, toh waktu kita tak penuh oleh kesia-siaan hanya karena habis untuk berangan-berangan.

Dua paragraf di atas aku kutip dari status seorang teman di facebook.

Rasanya seperti sebuah tamparan bagiku. Sakitkah? Tidak!

Aku justru berterima kasih padanya karena telah diingatkan. 

Hampir saja aku menyerah pada keadaan. Ya, menyerah untuk melanjutkan perjuangan sebagai pejuang pena. Menyerah berarti aku berhenti untuk bermimpi meraih cita. Kemana gerangan semangat meraih kebahagiaan seperti yang aku gaungkan pada diriku sendiri?

Aku malu. Malu pada diri yang lemah. Malu pada diri yang mudah menyerah. Betapa pengecutnya aku.

(Sebuah coretan kala resah melanda. Namun selalu bersyukur ada dian di sekeliling yang sudi menemani perjalanan).


#OneDayOnePost
#SelfReminder

Senin, 17 Oktober 2016

Komunikasi yang Efektif





Hari ini aku belajar tentang arti sebuah komunikasi. Ya, komunikasi. Sebuah kata yang apabila kita tidak bisa menggunakannya seefektif dan seefisien mungkin akan menimbulkan kesalahpahaman.

Komunikasi yang efektif tidak hanya dalam bentuk bahasa secara visual namun bisa juga dalam bentuk tulisan.

Misalnya, ketika akan menyampaikan sebuah berita pada seorang teman melalui telepon. Alangkah baiknya menggunakan bahasa yang sopan, jelas intonasi dan kalimatnya serta kata-kata yang tidak menyinggung perasaan si penerima berita. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa kita mempunyai attitude yang baik perihal komunikasi dengan orang lain.

Begitu pula ketika menyampaikan sesuatu dengan menggunakan bahasa tulisan. Gunakanlah kata-kata yang mudah dipahami, jangan terlalu banyak menggunakan kalimat yang disingkat apalagi bahasa alay. Pastikan bahwa si penerima berita memahami dengan betul maksud dari tulisan tersebut.

Komunikasi yang efektif bisa terjadi ketika masing-masing pihak yang terlibat, baik pemberi informasi maupun penerima informasi sama-sama saling memahami isi dan maksud dari informasi yang disampaikan, dan tidak terjadi kesalahpahaman sehingga tujuan akan informasi dimaksud dapat tercapai. 

Semoga bermanfaat.


#OneDayOnePost

Jumat, 14 Oktober 2016

Jangan Tawari Me Time!



 
Bagi sebagian orang, me time itu perlu. Alasannya tentu relatif. Ada yang karena ingin menyegarkan otak, ada yang ingin menyegarkan tubuh karena lelah setelah beraktivitas seharian, bahkan ada yang karena merasa jenuh dengan ritme hidup yang monoton. Semua alasan itu sah-sah saja bagi setiap orang.

Tak terkecuali Ibu Rumah Tangga. Eh, jangan mengernyitkan dahi dahulu. Ibu Rumah Tangga itu tugasnya buanyaaakk pake banget. Maaf bukan bermaksud lebay. Tapi saya yakin, ada Ibu Rumah Tangga yang membaca kalimat tersebut mengiyakan dan menganggukan kepala, bahkan menyertakan dua jempolnya.

Ibu Rumah tangga itu sebenarnya tidak perlu me time dan jangan tawari dia untuk me time. Lho? 

Kamis, 13 Oktober 2016

Menulislah Agar Kau Bahagia





Judul di atas tentu saja bukan sebuah paksaan bagi siapapun. Siapa saja berhak untuk menolak mentah-mentah melakukan aktivitas menulis karena tidak semua orang suka menulis. Tapi, kalau ingin bahagia, salah satu caranya adalah dengan menulis (eh, ini seperti paksaan apa tidak ya?).

Kalau bagi saya, menulis itu bisa membahagiakan. Karena apa? Karena dengan menulis, saya merasa menjadi manusia bebas. Maksudnya?

Rabu, 12 Oktober 2016

Brosur Rahasia




Kuamati dengan seksama sebuah paket yang dibungkus dengan kertas coklat. Membaca dengan cermat alamat si pengirim. Dahiku berkerut sembari mengingat sesuatu. Aha … sorakku dalam hati lantas tersenyum simpul. Namun sesaat. Ya, hanya sesaat. Detik berikutnya helaan napas panjang terdengar.
 
Kuhempaskan tubuh di kursi ruang tamu. Paket ini masih dalam genggaman, membuatku teringat sesuatu. Sudah dua bulan terakhir aku menerima paket serupa sebanyak 2 kali. Aku menduga kali ini isinya tak jauh beda dengan 2 paket sebelumnya.

Selasa, 11 Oktober 2016

Bedak Pengantin




“Ibu kan sudah bilang, mintakan bedak pengantin untuk Bagas. Kamu sih, tidak percaya. Kalau sudah begini, bagaimana?” gerutu Ibu padaku. 
 
“Tapi, Bu. Kurasa sudah tidak jamannya lagi percaya mitos seperti itu,” sanggahku.

“Kamu boleh tidak percaya, tapi kenyataannya, anakmu rewel seperti ini. Ini namanya ‘sawan’. Terus bagaimana kalau sudah begini?” Ibu masih menyalahkan.

Akupun diam saja. Percuma berdebat dengan Ibu. Kugendong Bagas menuju kamar. Dia meronta-ronta, menjerit-jerit tidak mau.

Senin, 10 Oktober 2016

Kenapa Memilih Jalan Itu?




Tayangan di berbagai media tentang Dimas Kanjeng Taat Pribadi sungguh membuat hati menjadi miris. Bukan hanya sosoknya, namun ajaran yang diberikan kepada para pengikut sehingga tunduk dan patuh akan perintah.

Iming-iming harta (uang) yang berlipat ganda jumlahnya dalam waktu singkat, membuat para pengikut Dimas KanjengTaat Pribadi percaya dan menyerahkan uang begitu saja. Tidak peduli asal uang tersebut, asalkan jumlahnya dapat berlipat ganda.

Sabtu, 08 Oktober 2016

Pagi




Rintik hujan menyapa
Pagipun bercerita
Sejukkan jiwa-jiwa
Warnai semesta

Berganti cahya sang surya
Pendarnya hangatkan dunia
Menambah indah lukisan alam
Anugerah tiada terkira

Syukur hamba atas karunia
Terselip dalam doa-doa
Berharap nikmatMu senantiasa
Mimpi dan cita terwujud nyata


Kota Angin, 08102016


Jumat, 07 Oktober 2016

Waktu Itu Ada




Sumber foto : google

Pernahkah Anda mempunyai janji terhadap diri sendiri? Berjanji untuk lebih rajin berolahraga? Berjanji untuk lebih disiplin dalam mengatur pola makan? Berjanji untuk lebih disiplin mengatur waktu dalam keseharian?

Apakah Anda ingat punya banyak buku bacaan di rumah? Coba Anda ingat, kapan terakhir kali Anda membaca salah satu buku-buku tersebut? Atau jangan-jangan buku-buku itu hanya memenuhi lemari buku dan menjadi pajangan abadi di sana?

Kamis, 06 Oktober 2016

Kalau Cuma Segitu Sih, Gampang!

Sumber foto : google



Pernahkah Anda mengatakan seperti judul di atas? Atau mengatakannya di hati kala menganggap sesuatu itu mudah dikerjakan bagi Anda?

Mungkin beberapa diantara kita pernah juga mengatakannya, sayapun demikian. Menganggap sesuatu mudah bagi kita dengan melihat sekilas tanpa berpikir ulang, tanpa berpikir bahwa hal itu tidak semudah yang dibayangkan.

Sama halnya ketika membaca salah satu peraturan ketika memutuskan untuk mengikuti program One Day One Post Batch 3 yang digagas Bang Syaiha ini.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...