Kamis, 19 Mei 2016

MENULIS BERDASAR PENGALAMAN PRIBADI ITU (MUNGKIN) LEBIH MUDAH




Masih dalam rangka menyelesaikan program menulis mandiri, yaitu belajar membuat program One Day One Post yang tinggal menunggu finish, tinggal 2 hari lagi, kali ini aku ingin berbagi pengalaman saat menuang ide menjadi sebuah tulisan.


Saat mengambil keputusan untuk belajar menulis, saat itu, yang ada di benakku adalah, aku melakukan aktivitas menulis, menulis dan menulis. Pada awalnya, aku menulis sebatas tulisan mirip menulis di diary atau sekedar curahan hati. Belum ada keberanian memposting atau mempublikasikan untuk dibaca publik.

Suatu hari, aku mencoba menyampaikan keinginanku untuk mendalami ilmu menulis kepada salah seorang teman, yang sudah mendalami dunia kepenulisan cukup lama. Kebetulan kami cukup akrab sejak beberapa tahun lalu. Disela kesibukannya sebagai ibu rumah tangga, dia juga sebagai pebisnid dan penulis lepas. Beberapa karyanya pernah dimuat di media, bahkan ada buku yang sudah terbit.
Dia menyarankan agar aku bergabung di komunitas menulis dan berani memposting karya. Ketika karya kita dikrisan ( kritik dan saran), di situ nanti kita akan belajar memperbaiki tulisan kita.


Akupun mengikuti sarannya. Mencoba memberanikan diri bergabung di komunitas menulis. Ketika ada yang menyelenggarakan even, aku mencoba ikut, dan hasilnya, tulisanku yang saat itu berupa cerpen dikrisan habis, hehe. Tapi aku diberi kesempatan memperbaiki cerpenku. 

Dan, alhamdulillah, cerpen lolos seleksi dan jadi buku antologi pertamaku. Sejak saat itu, aku makin bersemangat menulis baik berups cerpen, puisi maupun artikel.

Kendala utama yang kualami sebagai penulis pemula adalah ketika menulis cerpen. Aku menulis berdasar imajinasi semata. Padahal, beberapa kelemahan menulis seperti diksi, penokohan kurang kuat, alur cerita kurang jelas, masih sering melanda. Aku diberi saran oleh mentor, agar membuat cerpen berdasar pengalaman pribadi. Begitu pula dengan genre tulisan lain.

Aku mencoba saran mentorku, dan merasa, tulisan-tulisanku lebih mudah mengalir. Bagiku, tulisan berdasar pengalaman pribadi lebih mudah untuk kujadikan sebuah karya, baik cerpen, puisi maupun mencoba menulis sebuah artikel.

Bagi penulis pemula, mungkin pengalamanku ini bisa ditiru. Menulis berdasarkan pengalaman pribadi (mungkin) lebih mudah. Namun pada intinya, tetaplah menulis. Jangan patah semangat ketika tulisanmu belum bisa tembus media atau banyak yang mengkritik. Itu demi perbaikan kualitas tulisanmu.



#MenulisItuBerbagi
#MuslimahMenulis
#BelajarBikinODOP
#H-2

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar. Pastikan Anda mencantumkan nama dan url blog, agar saya bisa berkunjung balik ke blog Anda. Semoga silaturahmi kita terjalin indah ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...