Jumat, 12 Februari 2016

KONSISTEN

 







Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Konsisten adalah 1 tetap (tidak berubah-ubah); taat asas; ajek; 2 selaras; sesuai: perbuatan hendaknya -- dengan ucapan.


Dengan kata lain, konsisten itu artinya ya harus tetap melaksanakan apa yang sudah disepakati. Kesepakatan itu bisa jadi kesepakatan dengan diri sendiri, maupun kesapakatan dengan orang lain. Konsisten itu tidak hanya dalam tindakan, namun juga perbuatannya ya harus konsisten.


Misalnya, kita ingin jadi penulis. Udah niat ingin jadi penulis. Niat aja ndak cukup kan. Harus ada semangat. Nah, habis semangat, ya nulis, belajar nulis. Nulis apa saja. Nulis di blog, update status di facebook, di BBM, di twitter. Masa' update status aja berani, bikin tulisan di blog ndak berani hehe. Atau kalau masih belum  berani, nulis aja dulu di notes, di diary. Ndak pa-pa dianggap anak kecil, dianggap ABG, udah gede kok nulis diary. Kan sebagai sarana belajar nulis, mengasah kemampuan nulis kita. Bawa aja itu catatan kemana pun, sebab kadang ide buat jadi tulisan itu bisa datang darimana saja. Tapi jangan dibawa ke kamar mandi, bisa basah ntar. Dan jangan dicampur ama daftar belanjaan ya hehe.

Nah, setelah berani belajar nulis, harus latihan terus. Nulis apa saja. Temanya bebas. Misalnya pengalaman pertama ngantar anak ke sekolahnya yang baru. Tulis aja kerempongannya. Mulai nyiapin baju seragamnya, nyiapin bekal makannya, nyiapin sepatunya, nyiapin kaos kakinya, belum kalo dia bangun kesiangan dan susah mandi. Bayangin betapa repotnya seorang ibu menyiapkan itu semua.

Setelah tulisan dirasa cukup untuk di share, dan udah benar ketikannya (menurut Anda), coba saja di share di media sosial misalnya. 

Coba dilihat, bagaimana respon pembaca dan pemirsa hehe. Makin dikritik (demi tulisan yang menarik), makin berkembang ntar tulisan kita. Harus mau dikritik, jangan marah, jangan emosi dulu. Kan calon penulis pemula harus mau belajar ama yang udah lebih dulu jadi penulis senior. 

Kritikan itu anggap aja materi gratis dari mentor. Asal kritiknya yang membangun (emangnya membangun rumah hehe).

Nah, setelah ada satu postingan, dan ada kritik saran dari postingan, ya harus rajin lagi buat postingan baru. Misalnya nyoba bikin cerpen. Atau nulis di blog. Atau ikut pelatihan menulis online yang banyak tuh berterbaran di media sosial. Atau kalau masih belum mau ikut pelatihan menulis secara online, coba ikut grup menulis secara online. 

Cari aja di media sosial kursus-kursus menulis online yang buanyak banget. Coba pilih salah satu yang dirasa cocok, trus gabung, trus gali deh ilmu yang banyak di grup itu.

Biasanya setelah ikut atau gabung di kursus menulis online, ntar kita diminta bikin contoh karya untuk di "bantai" para mentor (hehe). Karya itu bisa puisi, cerpen, atau naskah calon buku kita. Nanti kita diberi batas waktu untuk menyetorkan karya kita tersebut. Setelah karya kita jadi, coba kirim ke email mentor atau via inbox atau kesepakatan bersama mentor mau dikirim dimana. 

Biasanya, mentor minta kita konsisten menulis. Misalnya tiap hari harus menulis minimal 2 halaman di kertas A4. Nah, dengan adanya pe er inilah, ke-konsisten-an kita diuji. Bisa ndak kita konsisten dengan niat, semangat dan cita-cita ingin menjadi penulis. 

Dalam perjalanan mencapai cita-cita, pasti banyak rintangannya. Termasuk cita-cita bisa konsisten menulis. Rintangan itu bisa berupa merasa waktu yang tidak ada (kurang, maksudnya) buat menulis, kerjaan rumah numpuk, anak sakit, malas dan sebagainya. Nah, disini nih ujian (lagi) buat konsisten. Ndak mudah memang. 

Tapi bisa kok kalo kita niatnya kenceng buat belajar jadi penulis. Kadang di sela menemani anak bermain, atau dia lagi lihat acara televisi kesayangannya, kita bawa itu catatan, mungkin saja pas ada ide melintas, langsung deh dicatat. Ndak pa-pa, dicatat dulu, ntar pas senggang, diketik ulang, di handphone atau di laptop.

Yang penting nih ya, harus yakin deh, ndak ada yang ndak mungkin. Termasuk ndak mungkin jadi penulis. Loh bener. Coba aja :) Dan untuk menjaga agar kita konsisten, balik lagi ke niat. Niat ndak jadi penulis? Atau niat menulis apa tidak? Jangan sampai kita menyesal karena tidak menulis untuk meninggalkan jejak kebaikan selama kita masih ada di dunia.

Yuk, semangat menulis lagi :)

Konsisten lo ya :)

(tulisan ini sebagai pengingat aku untuk menjaga konsisten menulis. Bila tulisan ini bermanfaat, tinggalkan komentar ya.Terima kasih)









Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar. Pastikan Anda mencantumkan nama dan url blog, agar saya bisa berkunjung balik ke blog Anda. Semoga silaturahmi kita terjalin indah ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...